Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menegaskan bahwa predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan bukti nyata keberhasilan transformasi birokrasi di lingkungan imigrasi, yang tidak hanya bebas dari praktik korupsi, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan inovatif.
Hal tersebut disampaikan Silmy Karim dalam ajang SAKIP dan Zona Integritas (ZI) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Dalam kesempatan itu, lima kantor imigrasi resmi meraih predikat WBBM.
"Predikat WBBM adalah kasta tertinggi dalam zona integritas. Saya mengapresiasi kerja keras rekan-rekan di daerah yang telah membuktikan bahwa birokrasi kita mampu bekerja dengan jujur sekaligus cekatan," ujar Silmy Karim dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi imigrasi. Unit kerja berstatus WBBM dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik, mulai dari pemangkasan waktu tunggu hingga penyederhanaan persyaratan layanan demi kenyamanan masyarakat.
Adapun lima kantor imigrasi yang berhasil meraih predikat WBBM adalah Kantor Imigrasi Singaraja, Wonosobo, Parepare, Kotamobagu, dan Tobelo. Kelimanya dinilai telah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
Berdasarkan data evaluasi Zona Integritas tahun 2025, sebanyak 297 instansi pemerintah mengikuti penilaian, dengan 133 instansi berhasil meraih predikat WBK dan/atau WBBM.
Dalam capaian tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tercatat sebagai salah satu instansi dengan raihan predikat ZI terbanyak, yakni tujuh unit kerja.
Selain itu, hasil evaluasi SAKIP 2025 menunjukkan nilai rata-rata kinerja kementerian/lembaga sebesar 73,61, pemerintah provinsi 69,05, dan pemerintah kabupaten/kota 64,89.
Silmy Karim berharap capaian ini tidak berhenti pada penghargaan semata, melainkan menjadi pemicu bagi seluruh unit kerja imigrasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
Acara penghargaan tersebut turut dihadiri Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta jajaran pimpinan lembaga negara lainnya. Selain penyerahan predikat WBBM, penghargaan juga diberikan kepada unit kerja yang berhasil meningkatkan predikat SAKIP menjadi BB.
Editor: Redaktur TVRINews
