
Kementerian PU Perkuat Irigasi di Bali, Dorong Produktivitas Pertanian
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Bali. Langkah ini dilakukan untuk mendukung produktivitas pangan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur irigasi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Penguatan jaringan irigasi menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian, sehingga produktivitas dapat terus meningkat dan ketahanan pangan tetap terjaga,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Di Provinsi Bali, penanganan jaringan irigasi dilakukan di delapan kabupaten, yakni Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Program ini mencakup rehabilitasi, peningkatan, hingga pengembangan jaringan irigasi untuk mendukung kebutuhan air di lahan pertanian.
Pada tahap awal, rehabilitasi dilakukan di puluhan daerah irigasi dengan total panjang puluhan kilometer yang melayani ribuan hektare lahan. Selain itu, pengembangan jaringan tersier juga terus dilakukan untuk meningkatkan distribusi air hingga ke tingkat petani.
Dampak perbaikan infrastruktur ini mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Jembrana, misalnya, indeks pertanaman meningkat dari 150 menjadi 200, yang menunjukkan peningkatan intensitas tanam. Sementara di Kabupaten Buleleng, frekuensi tanam juga meningkat hingga dua kali lipat.
Pelaksanaan program ini dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida dengan tetap memperhatikan kearifan lokal, termasuk sistem Subak yang telah lama menjadi bagian dari pengelolaan air di Bali.
Menurut Menteri Dody, pembangunan infrastruktur irigasi tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Infrastruktur yang andal akan memberikan dampak luas, tidak hanya bagi pertanian, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Kementerian PU menegaskan akan terus melanjutkan penguatan infrastruktur irigasi di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.
Editor: Redaksi TVRINews
