Penulis: Ricardo Julio
Setelah KRI Sultan Taha Syaifuddin (STS-376) sandar di dermaga Lhokseumawe, seluruh prajurit TNI Angkatan Laut bersama personel Lanal Lhokseumawe bergerak cepat melaksanakan proses debarkasi berbagai bantuan kemanusiaan. Puluhan personel dikerahkan untuk memastikan seluruh logistik dapat diturunkan dengan aman dan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.
Bantuan yang diangkut KRI STS-376 meliputi 1.000 karung beras, 1.000 dus air mineral, 1.000 dus mi instan, 400 dus biskuit, 50 kotak obat-obatan, serta berbagai bantuan lainnya. Seluruh logistik tersebut dipersiapkan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan pemulihan di wilayah yang terdampak.
Komandan KRI STS-376, Redcall Laut Pelaut Arim Hayasa, menyampaikan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari tugas TNI Angkatan Laut dalam membantu pemerintah dan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas TNI AL dalam memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam pemulihan daerah terdampak bencana,” ujarnya.
TNI Angkatan Laut memastikan seluruh bantuan tiba dengan aman dan tepat waktu di lokasi tujuan. Operasi ini sekaligus menjadi bukti peran strategis TNI AL dalam menjangkau wilayah terdampak secara efektif, terutama daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Misi kemanusiaan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, yang menegaskan pentingnya kehadiran TNI AL dalam setiap operasi kemanusiaan dan respons cepat terhadap bencana di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan tibanya bantuan ini, masyarakat diharapkan mendapatkan dukungan yang lebih cepat dan tepat guna dalam proses pemulihan pascabencana. TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam setiap operasi kemanusiaan demi keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
Editor: Redaktur TVRINews
