
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gempa bumi dengan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 10.48 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 8,46° LS dan 123,14° BT, tepatnya di darat sekitar 24 kilometer sebelah timur Kota Larantuka.
Guncangan gempa juga dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, termasuk Desa Bedalewun, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara. Getaran yang berlangsung sekitar lima detik sempat membuat warga panik, meski tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
Pantauan BMKG menunjukkan gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan hasil analisis, gempa ini tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif, dan masih merupakan rangkaian susulan dari gempa sebelumnya pada 8 April 2026 berkekuatan magnitudo 4,7.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa guncangan gempa dirasakan dalam skala intensitas II–III MMI.
“Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk yang melintas. Namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 23 April 2026.
Selain itu, gempa susulan juga tercatat terjadi pada pukul 12.43 WITA dengan magnitudo 2,1. Episenter berada di 8,47° LS dan 123,14° BT atau sekitar 26 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa disampaikan dengan tujuan mempercepat penyebaran data awal, sehingga hasil analisis masih dapat berkembang seiring kelengkapan data yang masuk.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi, seperti situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun resmi media sosial BMKG yang telah terverifikasi.
Editor: Redaksi TVRINews
