
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamatan berdasarkan hasil validasi data yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Hery Setiono menjelaskan pembangunan tahap pertama difokuskan bagi warga dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat banjir.
Sebanyak 711 unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit.
Di Kecamatan Seunuddon, pembangunan tahap pertama saat ini berlangsung di Desa Ulee Rubek Timur dengan jumlah 84 unit. Lokasi pembangunan memanfaatkan lahan bekas lapangan sepak bola desa seluas sekitar 14.000 meter persegi. Huntara dibangun dalam bentuk 16 kopel masing-masing berisi lima unit, serta satu kopel berisi empat unit.
"Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak, dengan teras keluarga berukuran 4,8 meter x 3,6 meter dan kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter di setiap unit," ujar Hery dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 16 Januari 2026.
"Hunian juga dilengkapi fasilitas sanitasi, sumur bor untuk penyediaan air bersih, serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menjaga kesehatan lingkungan," ucap Hery menambahkan.
Hery menambahkan setelah pembangunan tahap pertama selesai, BNPB akan melakukan pembaruan validasi data. Apabila masih ditemukan kebutuhan tambahan, pembangunan huntara dapat dilanjutkan sesuai hasil pendataan lanjutan.
Sebagai opsi selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB memberikan pilihan kepada warga terdampak untuk menempati huntara atau tinggal sementara di rumah kerabat dengan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan.
BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama rampung dan mulai dapat ditempati pada akhir Januari, sehingga warga terdampak memiliki hunian yang lebih layak menjelang bulan Ramadan.
Pembangunan huntara ini dilakukan melalui kolaborasi antara BNPB, pemerintah daerah, dunia usaha, dan unsur masyarakat di Kecamatan Seunuddon. Keterlibatan berbagai pihak tersebut juga diharapkan membantu menjaga aktivitas ekonomi warga terdampak.
Berdasarkan data BNPB per 15 Januari 2026, dari total 27 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, telah diproses pembangunan 4.404 unit huntara, penyaluran Dana Tunggu Hunian kepada 4.840 kepala keluarga, rencana pembangunan hunian tetap (huntap) secara insitu sebanyak 4.569 unit, serta huntap relokasi sebanyak 635 unit.
Pemutakhiran data terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran.
Editor: Redaktur TVRINews
