
Kemenkes Gerak Cepat Amankan Layanan Kesehatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan menyusul cuaca ekstrem yang menimbulkan banjir, banjir bandang, angin puting beliung, hingga tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rentetan bencana yang berlangsung pada 19–25 November itu berdampak pada puluhan ribu warga, merusak jaringan komunikasi, serta mengganggu operasional sejumlah fasilitas kesehatan.
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, memastikan bahwa bantuan logistik esensial telah dikirim ke daerah terdampak dan akan ditambah bila situasi mengharuskan.
“Obat-obatan, paket pangan tambahan bagi balita dan ibu hamil, hingga oxygen concentrator sudah kami distribusikan. Penambahan logistik akan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Kunta melalui pernyataan resmi Kemenkes RI, Sabtu (29/11/2025).
Selain pendistribusian bantuan, Kemenkes juga memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota untuk memastikan layanan kesehatan tetap beroperasi. Pelayanan diberikan melalui posko pengungsian, fasilitas kesehatan, serta unit layanan bergerak.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan, Bayu Teja, menyampaikan bahwa sejak awal bencana, Kemenkes langsung mengaktifkan langkah respons cepat guna mengamankan kebutuhan medis masyarakat.
“Rapid health assessment dilakukan bersama dinas kesehatan setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan, memberikan pelayanan di titik pengungsian, hingga mengoperasikan layanan kesehatan mobile di area yang sulit dijangkau,” jelas Bayu.
Ia menambahkan, puskesmas dan rumah sakit telah disiagakan secara penuh dengan dukungan suplai obat-obatan dan bahan medis habis pakai. Upaya penanganan juga mencakup distribusi pangan tambahan bagi kelompok rentan untuk mencegah potensi gizi buruk selama masa darurat.
Tenaga kesehatan cadangan, termasuk dokter, perawat, petugas kesehatan lingkungan, dan epidemiolog, turut digerakkan untuk memperkuat kapasitas dinas kesehatan di daerah terdampak.
“Kemenkes akan terus memantau perkembangan dan memastikan layanan kesehatan tidak terhenti serta kebutuhan warga dapat segera terpenuhi,” tutup Bayu.
Editor: Redaktur TVRINews
