
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Madinah
Kota suci Madinah Al Munawarah siap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia yang akan menjalani rangkaian ibadah haji. Kesiapan akomodasi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan jemaah dapat beristirahat dengan nyaman dan beribadah secara khusyuk.
Sebanyak 103 ribu jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan tiba di Madinah. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan 118 hotel yang tersebar di tiga kawasan utama, yakni wilayah utara (Syamaliah), selatan (Janubiyah), dan barat (Gharbiyah).
Penempatan jemaah di hotel menjadi tantangan tersendiri karena perbedaan kapasitas kamar yang tidak selalu sebanding dengan jumlah jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter). Kondisi ini memungkinkan sebagian jemaah dalam satu kloter menempati hotel yang berbeda.
Meski demikian, Kemenhaj memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan layanan dengan standar yang sama tanpa perbedaan kualitas.
Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Mutaqin, menegaskan bahwa seluruh aspek pelayanan telah distandarkan, mulai dari penginapan hingga layanan ibadah.

“Semua layanan yang diberikan kepada jemaah sama, baik hotel, konsumsi, transportasi, hingga program ibadah seperti ziarah,”ujar Zaenal dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, standar layanan tersebut juga mencakup pengangkutan koper serta fasilitas ibadah seperti city tour dan kunjungan ke Raudhah, sehingga seluruh jemaah tetap mendapatkan pelayanan optimal.
Zaenal mengakui terdapat variasi kualitas hotel, mulai dari setara bintang tiga hingga mendekati bintang empat. Namun, perbedaan tersebut tidak memengaruhi standar layanan yang diterima jemaah.
“Meski hotelnya berbeda, standar pelayanannya tetap sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati layanan haji khusus,” jelasnya.
Kemenhaj juga berupaya menjaga kenyamanan jemaah dengan memastikan penempatan tidak memisahkan pasangan suami istri, anggota keluarga, serta jemaah lanjut usia bersama pendampingnya.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan optimal selama berada di Madinah.
Editor: Redaksi TVRINews
