
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter.
Menurutnya, program MBG terintegrasi dengan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
“Program MBG membantu meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan pengalaman menyenangkan saat makan bersama, serta memberi kesempatan bagi siswa dari kelompok sosial ekonomi rendah untuk memperoleh pangan bergizi,” kata Abdul Mu’ti dalam keterangan yang dikutip, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, secara nasional program tersebut telah menjangkau sekitar 49,6 juta siswa atau 93 persen dari total 53,4 juta murid di seluruh Indonesia yang tersebar di 288.845 sekolah.
Selain itu, pemerintah juga telah mendistribusikan modul edukasi serta pedoman implementasi MBG yang terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter ke berbagai sekolah.
Abdul Mu’ti juga menyebut anggaran pendidikan tahun 2026 diproyeksikan meningkat hingga di atas Rp100 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk revitalisasi sekitar 70 ribu sekolah serta penguatan digitalisasi pembelajaran melalui penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti pentingnya asupan gizi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kecukupan gizi berpengaruh langsung terhadap tingkat kecerdasan anak.
“SDM unggul ditentukan oleh asupan yang cukup. Sebagus apa pun sekolahnya, jika anak kekurangan gizi atau mengalami stunting, tingkat kecerdasannya akan rendah,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar seluruh anak Indonesia dapat memperoleh manfaat program tersebut.
“Jika ada kendala dalam implementasi MBG, kami akan terus memperbaikinya demi memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak gizi yang layak sekaligus pendidikan karakter yang baik,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
