Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Genap satu tahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diterapkan di sekolah-sekolah, manfaatnya dirasakan langsung oleh para siswa. Selain mendapat makanan sehat setiap hari, siswa kini juga bisa menyisihkan uang jajan untuk ditabung.
Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Jakarta mengaku mengalami perubahan signifikan sejak adanya MBG. Jika sebelumnya uang saku habis untuk membeli makan siang, kini sebagian besar bisa disimpan.
Seorang siswi bahkan mengaku mampu menabung hingga Rp15 ribu per hari. Hal itu disampaikan saat kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang bersama Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Pengalaman serupa disampaikan Muhammad Rosid Sumbus, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Jakarta. Ia mengatakan, sejak program MBG berjalan, dirinya bisa menabung hingga Rp20 ribu setiap hari.
"Perubahan paling kerasa itu di uang jajan. Saya biasanya bawa Rp20 ribu. Sekarang uangnya bisa disimpan karena tidak perlu beli makan," kata Rosid dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Jumat, 9 Januari 2026.
"Setelah ada MBG, saya merasa lebih nyaman ke sekolah karena dapat makanan yang enak dan sehat," lanjutnya.
Tak hanya berdampak pada pengeluaran, Rosid menilai MBG juga membantu meningkatkan kenyamanan dan konsentrasi belajar. Dengan perut kenyang, ia merasa lebih fokus mengikuti pelajaran dan praktik di sekolah.
"Di kelas dan saat praktik saya lebih fokus karena perut kenyang. Makanannya juga bersih dan steril, jadi nyaman buat belajar," ujarnya.
Rosid menambahkan, program MBG sangat penting bagi siswa karena membantu memastikan asupan gizi tetap terpenuhi sekaligus melatih kebiasaan menabung sejak dini. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas keberlanjutan program tersebut.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Badan Gizi Nasional. Harapannya ke depan ditambah air minum supaya menunya makin lengkap," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
