
Foto: Gunung Dukono Erupsi Dengan Melontarkan Abu Vulkanik Setinggi 4.000 Meter di Atas Puncak, Jumat, 3 April 2026.
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung api tersebut dilaporkan kembali meletus dengan melontarkan kolom abu setinggi 4.000 meter di atas puncak, Jumat, 3 April 2026.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, mengonfirmasi bahwa erupsi besar ini terjadi sekitar pukul 17.28 WIT. Hingga laporan tersebut diterbitkan, aktivitas vulkanik terpantau masih berlangsung.
“Erupsi tadi sekitar pukul 17.28 WIT dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 4.000 meter di atas puncak,” kata Bambang, dikutip Jumat, 3 April 2026.
Visual dan Data Seismik
Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu yang dihasilkan berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Abu vulkanik terpantau bergerak condong ke arah barat laut, mengikuti kecepatan angin di sekitar kawasan gunung.
Data seismogram merekam aktivitas ini dengan amplitudo maksimum mencapai 34 milimeter. Durasi erupsi tercatat berlangsung selama 95,41 detik.
Bambang menyebut data ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih sangat aktif dan berpotensi terjadi letusan susulan secara berulang.
Sebagai informasi, erupsi sore ini jauh lebih besar dibandingkan letusan pada pagi harinya pukul 11.06 WIT, di mana tinggi kolom abu hanya mencapai 1.500 meter di atas puncak.
Rekomendasi dan Radius Bahaya
Saat ini, Gunung Dukono masih berstatus Level II (Waspada). Mengingat kondisi aktivitas yang masih fluktuatif, pihak PGA mengeluarkan sejumlah larangan bagi warga dan wisatawan.
“Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer,” tegas Bambang.
Selain larangan mendekat, warga diimbau untuk selalu waspada terhadap sebaran abu vulkanik. Karena arah sebaran abu bergantung pada angin, area yang terdampak dapat berubah sewaktu-waktu.
Pihak PGA juga mengingatkan pentingnya alat pelindung diri bagi masyarakat sekitar untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat polusi abu vulkanik.
"Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
