
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah tekanan isu global yang memengaruhi kondisi ekonomi dan politik, dukungan publik terhadap pemerintah tetap menunjukkan angka kuat.
Survei dilaksanakan pada 2–8 Maret 2025 dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi. Proses pengambilan data dilakukan secara wawancara langsung, menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti Utama Poltracking, Masduri Amwari, mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran berada pada posisi tinggi, yaitu 75,1 persen.
“Angka 75,1 persen ini menunjukkan persepsi positif publik terhadap pemerintah, meskipun kondisi global dipenuhi ketegangan yang berimbas pada berbagai sektor,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.
Masduri menilai angka tersebut menjadi indikator bahwa pemerintah masih memegang kepercayaan publik yang signifikan.
“Di tengah tekanan geopolitik dan dampaknya pada ekonomi nasional, publik tetap melihat pemerintah bekerja. Itu yang membuat kepercayaan publik tetap terjaga,” katanya.
Di samping itu, Poltracking juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang mencapai 74,1 persen.
“Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Wapres Gibran berada di angka 74,1 persen. Ini menunjukkan bahwa ekspektasi publik yang tinggi masih bisa diimbangi dengan kinerja pemerintahan,” jelas Masduri.
Untuk aspek penilaian personal, kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo secara individu mencapai 74,9 persen.
“Dalam data kami, 74,9 persen publik mengaku puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Artinya, kepemimpinan beliau masih mendapat respons positif dari masyarakat,” tambahnya.
Editor: Redaksi TVRINews
