
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar SMK di Jalan Matraman pada Senin, 9 Februari 2026 kemarin, menjadi sorotan tajam terkait kondisi infrastruktur jalan di Jakarta. Kejadian tragis tersebut memicu desakan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan pembenahan terhadap jalanan yang berlubang.
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut sekaligus meminta langkah konkret dari pemerintah.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu anak kita yang mengalami kecelakaan belum lama ini di kawasan Matraman. Semoga keluarga yang ditinggalkan juga diberi kebesaran hati dalam menghadapi musibah ini," kata Josephine di Jakarta, Kamis 12 Februari 2026.
Menurutnya, insiden ini merupakan alarm keras bagi semua pihak. Ia menyoroti kondisi cuaca yang memperburuk kualitas aspal di banyak titik ibu kota.
"Kejadian naas ini harus kita jadikan pelajaran bersama agar tidak terulang lagi di masa depan. Di satu sisi, musim hujan ini memang mengakibatkan jalanan berlubang di mana-mana," sambungnya.
Josephine menilai upaya penambalan jalan yang dilakukan Pemprov DKI sejauh ini belum maksimal karena kecelakaan serupa masih terus berulang hingga memakan korban jiwa. Ia mendesak agar perbaikan dilakukan dengan standar kualitas yang lebih tinggi.
"Selama ini sering terjadi kecelakaan, tapi itu terus berulang sampai kini ada yang menjadi korban jiwa. Artinya, upaya Pemprov DKI untuk menambal jalanan-jalanan yang rusak berlubang belum maksimal. Ini meyangkut keselamatan para pengemudi di jalan raya, sehingga harus cepat-cepat diperbaiki," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penggunaan aspal berkualitas tinggi mengingat perubahan iklim yang memicu curah hujan ekstrem di Jakarta. Kondisi jalan harus mampu bertahan meski sering terendam genangan air.
"Kondisinya sekarang juga sudah berubah. Curah hujan makin tinggi, genangan air juga menjadi lama. Perlu dipastikan kalau jalanan-jalanan kita bisa bertahan lebih lama lagi. Oleh karena itu, aspal yang digunakan untuk memperbaiki jalanan-jalanan rusak harus berkualitas tinggi," tekannya.
Selain masalah kualitas, Josephine meminta Pemprov DKI tidak tebang pilih dalam melakukan perbaikan. Pemerataan perawatan jalan tidak boleh hanya terpusat di kawasan protokol.
"Ditambah, saya juga berpesan agar Pemprov DKI jangan hanya fokus memperbaiki jalanan-jalanan yang mungkin dianggap penting saja seperti sepanjang Sudirman-Thamrin, tapi ruas jalanan lainnya juga perlu diperbaiki, termasuk yang arteri," terusnya.
Di sisi lain, Josephine juga memberikan imbauan kepada para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak di bawah umur agar tidak berkendara sebelum memiliki izin resmi.
"Jadi, sudah semestinya masyarakat juga mencegah anak-anaknya berkendara dengan menggunakan baik mobil maupun motor," ujarnya.
Penekanan ini diberikan demi menjaga keselamatan generasi muda agar terhindar dari risiko fatal di jalan raya.
"Ini untuk keselamatan mereka sendiri. Mohon kesediaannya bagi para orang tua untuk mengantar anak-anaknya apabila harus bepergian. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali," tutupnya.
Editor: Redaksi TVRINews
