
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno (TVRINews/HO-Kemenko PMK)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan bahwa dampak negatif ruang digital, khususnya terhadap anak-anak, merupakan tanggung jawab moral bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, pendidik, hingga pengembang teknologi.
Pernyataan tersebut disampaikan Pratikno dalam peringatan Hari Keamanan Berinternet 2026 (Safer Internet Day 2026) bertema Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurutnya, penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, seluruh pihak harus ikut memastikan teknologi dimanfaatkan secara aman, sehat, dan berpihak pada tumbuh kembang anak.
"Dampak negatif ruang digital terhadap kesehatan fisik dan mental anak merupakan tanggung jawab moral kita bersama. Ini tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua dan guru, tetapi juga kepada para pengembang teknologi dan platform digital," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 11 Februari 2026.
Kemudian, ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia di era digital tidak hanya soal kecerdasan, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan karakter. Menurutnya, kecerdasan tanpa karakter yang kuat dan kesehatan mental yang baik akan kehilangan makna di tengah derasnya arus disrupsi teknologi.
Lebih lanjut, Pratikno juga mengajak platform digital dan pengembang teknologi global untuk mengambil peran lebih aktif dalam menciptakan ruang digital yang aman.
Ia menegaskan, keberhasilan edukasi digital tidak diukur dari banyaknya panduan yang dibuat, melainkan dari sejauh mana panduan tersebut benar-benar digunakan oleh masyarakat.
"Targetnya bukan sekadar sudah membuat panduan, tetapi sejauh mana guru, orang tua, dan anak-anak Indonesia menggunakannya. Bukan hanya dibuat, tapi dipakai," ucapnya.
Pratikno juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mengembangkan teknologi yang memungkinkan edukasi digital berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
"Kami di pemerintah sangat berkepentingan karena seluruh urusan pembangunan manusia kini terdisrupsi oleh teknologi digital dan AI. Karena itu, kolaborasi dengan para pengembang teknologi menjadi sangat penting," tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews
