
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari (Foto: Bakom RI)
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Jakarta
Pemerintah tingkatkan status 66 RSUD guna pemerataan akses kesehatan Nasional.
Pemerintah Indonesia meluncurkan inisiatif penguatan infrastruktur kesehatan di wilayah tertinggal dengan meningkatkan status puluhan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Agar mampu memangkas beban ekonomi pasien di daerah terpencil hingga Rp10 juta per kunjungan.
Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), pemerintah menargetkan peningkatan kelas bagi 66 unit RSUD dari tipe D menjadi tipe C yang memiliki standar pelayanan lebih komprehensif.
Kebijakan ini difokuskan pada wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) guna meminimalisir ketergantungan masyarakat pada rumah sakit di kota besar.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa selama ini pasien dari daerah pelosok harus merogoh kocek cukup dalam hanya untuk biaya transportasi saat dirujuk ke fasilitas kesehatan perkotaan.
"Biaya logistik pasien dari wilayah DTPK menuju rumah sakit rujukan di kota dapat mencapai kisaran Rp2 juta hingga Rp10 juta. Angka tersebut belum mengalkulasi biaya akomodasi serta hilangnya potensi pendapatan harian mereka," ujar Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 29 Apri 2026.
Standardisasi Layanan Spesialis
Peningkatan status ke tipe C ini tidak sekadar perubahan administratif, namun mencakup pembaruan fasilitas medis esensial. RSUD tersebut kini dilengkapi dengan ruang operasi modern, layanan hemodialisa, radiologi, hingga fasilitas sterilisasi pusat (CSSD).
Guna memastikan kualitas penanganan medis, pemerintah juga menempatkan tujuh kategori dokter spesialis dasar pada setiap RSUD tersebut, meliputi spesialis bedah, anak, penyakit dalam, hingga obstetri dan ginekologi (obgyn).
"Visi besar ini adalah memastikan setiap warga negara mendapatkan hak layanan kesehatan yang setara, tanpa terhambat oleh batasan geografis," tambah Qodari.
Target Proyek dan Realisasi
Hingga April 2026, progres pembangunan menunjukkan tren positif sebagai berikut:
• 16 RSUD telah merampungkan konstruksi secara total (100%).
• 5 RSUD memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
• 10 RSUD masih dalam proses konstruksi aktif.
Pemerintah menjadwalkan peresmian 21 rumah sakit pertama oleh Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026 mendatang. Secara bertahap, proyek penguatan sistem kesehatan ini akan terus berlanjut hingga mencapai target kumulatif pada 2027.
Editor: Redaksi TVRINews
