
dok. Pixabay
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2024, dengan perolehan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun.
Capaian ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2020, di mana perusahaan mengalami kerugian hingga Rp1,7 triliun.
Kinerja keuangan yang membaik turut diiringi dengan pertumbuhan aset, yang melonjak menjadi Rp 97,1 triliun dari Rp 52,2 triliun pada tahun 2020.
Dari sisi pelayanan, jumlah penumpang juga meningkat tajam, yakni mencapai 453 juta orang di 2024, naik drastis dibandingkan 187 juta penumpang pada 2020.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan perusahaan kini memasuki fase baru transformasi. Usai melewati masa sulit akibat pandemi, KAI tak sekadar pulih, tetapi mampu tumbuh dengan arah yang lebih jelas dan berkelanjutan.
“Transformasi ini mencakup strategi bisnis, digitalisasi layanan, penataan organisasi, hingga penguatan budaya keselamatan. Ini lahir bukan karena tekanan, tetapi dari semangat internal untuk berbenah,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 Juli 2025.
Anne menambahkan, tahun 2024 juga menjadi periode dengan tingkat kecelakaan kereta terendah dalam satu dekade terakhir.
Hal ini sejalan dengan penguatan sistem keselamatan berbasis teknologi, seperti Track Monitoring and Diagnostic (Track-Mod) dan Smart Rail, yang memungkinkan pemantauan jalur secara real-time dan efisiensi pemeliharaan yang ramah lingkungan.
Dalam hal digitalisasi, KAI juga memperluas layanan melalui fitur boarding berbasis face recognition di berbagai stasiun besar, guna mempercepat proses keberangkatan dan meningkatkan keamanan.
KAI turut mendorong keberlanjutan dengan menyediakan water station di stasiun serta menambahkan fitur jejak karbon (carbon footprint) dalam aplikasi Access by KA.
“Transformasi ini bukan hanya solusi atas tantangan, tetapi juga pondasi masa depan. Dengan strategi yang tepat dan keberanian untuk berubah, KAI siap menjadi perusahaan transportasi publik yang tangguh, efisien, dan adaptif,” tutup Anne.
Editor: Redaktur TVRINews
