
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (TVRINews/HO-Kementrans)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pengembangan Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, sebagai Kawasan Transmigrasi dalam rangka mempercepat pembangunan wilayah perbatasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, Boven Digoel memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Papua Nugini dan menjadi bagian dari agenda besar pembangunan Papua sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Tahun ini ada antrean sekitar 60 daerah yang mengajukan Rencana Kawasan Transmigrasi. Kami melakukan prioritisasi, dan Papua menjadi salah satu fokus, termasuk Merauke sebagai pintu masuk membangun Papua," kata Iftitah dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut Iftitah, konsep transmigrasi yang saat ini dikembangkan tidak lagi sebatas pemindahan penduduk, melainkan sebagai instrumen pembangunan kawasan yang berbasis pada penguatan ekonomi lokal, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Tugas transmigrasi hari ini adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Orang lokal harus mendapat manfaat, upah yang layak, dan tetap menjaga lingkungan," tegasnya.
Sebagai bagian dari dukungan, Kementerian Transmigrasi akan melakukan pemetaan potensi ekonomi kawasan, mendorong masuknya investasi, serta mengonsolidasikan masyarakat dalam satu kawasan permukiman terintegrasi yang dilengkapi fasilitas sosial dan ekonomi.
Kemudian, Iftitah juga menegaskan bahwa Transmigrasi Lokal tidak berarti mendatangkan penduduk dari luar Papua tanpa persetujuan pemerintah daerah. Program ini hanya akan berjalan atas permintaan kabupaten dan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat setempat.
"Transmigrasi Lokal itu justru untuk menguatkan masyarakat lokal agar bisa terlibat dalam aktivitas ekonomi dan pembangunan di daerahnya sendiri," ucapnya.
Selain pengembangan kawasan, Kementerian Transmigrasi juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Patriot, yang melibatkan 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
"Kami mendorong Kabupaten Boven Digoel mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk ikut program Beasiswa Patriot dan terlibat langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi, termasuk di Salor, Merauke," ungkapnya.
Dengan dukungan tersebut, Kementerian Transmigrasi berharap Boven Digoel dapat tumbuh sebagai kawasan perbatasan yang produktif, terintegrasi, dan berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di Papua Selatan.
Editor: Redaksi TVRINews
