Penulis: Alfin
TVRINews, Banten
Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN RI, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan pentingnya peran serta masyarakat dalam menekan angka Stunting di Indonesia. Masyarakat terus didorong untuk terus berpartisipasi aktif mengurangi angka stanting.
Hal tersebut dikatakan Sukaryo Teguh disela acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 BKKBN melalui kegiatan temu Mobil Unit Penerangan (Mupen) Jawa-Sumatera 2023. Kegiatan tersebut digelar di Mako Lanal Banten, Kota Cilegon, pada Senin, 3 Juli 2023.
Sukaryo Teguh Santoso mengajak masyarakat untuk aktif menekan angka stunting, menuju keluarga bebas stunting indonesia sehat.
Baca Juga : Polda Metro Jaya Tetapkan Mario Dandy Sebagai Tersangka Pencabulan
"Kami perlu juga kualitas SDM di Indonesia. Karena hal ini akan mempengaruhi generasi kedepannya," kata Teguh saat memberikan keterangan pers di lokasi.
Ia mengingatkan bahaya jika anak atau generasi muda di Indonesia tumbuh pendek dengan keterbatasan kecerdasan, tentunya dapat menghambat target Indonesia untuk maju.
"Maka impian Indonesia maju menjadi impian belaka, kita bersyukur Indonesia mampu menurunkan angka stunting dengan angka 2,8 persen tahun 2022," lanjutnya.
Teguh menilai, persoalan stunting dimulai dari dalam keluarga dan tak lepas dari kesadaran warga.
"Hal ini tentu atas dukungan semuanya. Tentu saja untuk menurunkan 14 persen itu tidak mudah waktunya tentu saja hanya 1 tahun, maka perlu adanya trobosan upaya penurunan stunting," pungkasnya.
Menurutnya, tidak cukup hanya dengan program yang diselenggarakan secara seremonial, tanpa diimbangi oleh keluarga itu sendiri. Karena persoalan stunting merupakan permasalahan keluarga.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN RI Sukaryo Teguh Santoso, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Plh BKKBN Banten Yuda Ganda Putra, serta Denlanal Banten dan jajaran pejabat lainnya.
Baca Juga : Jaksa Tahan Tersangka Tambang Batubara Ilegal
Editor: Redaktur TVRINews
