
Foto: dok. Kemensos
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan peran strategis Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda terdepan negara dalam perlindungan sosial saat bencana. Penegasan itu disampaikan dalam Apel Peringatan HUT Tagana ke-22 di Kantor Kementerian Sosial, Kamis, 23 April 2026.
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa kehadiran Tagana di lokasi bencana bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata negara hadir untuk rakyat. Ia menyebut Tagana sebagai elemen pertama yang datang dan terakhir meninggalkan lokasi bencana.
"Tagana bukan sekadar relawan. Mereka adalah representasi negara di garis depan saat masyarakat menghadapi situasi darurat," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemensos, pada Kamis, 23 April 2026
Menurutnya, peran Tagana mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Selain menyalurkan bantuan, Tagana juga berperan memulihkan kondisi psikologis korban.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul memberikan enam arahan utama kepada seluruh anggota Tagana. Pertama, siaga tanpa kompromi dengan memastikan respons cepat saat bencana terjadi.
Kedua, meningkatkan profesionalitas melalui pelatihan berkelanjutan, terutama dalam evakuasi, logistik, dapur umum, dan dukungan psikososial. Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah.
Keempat, mengedepankan penanganan berbasis data melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar bantuan tepat sasaran. Kelima, menjaga integritas dalam penyaluran bantuan.
Gus Ipul menegaskan tidak boleh ada penyalahgunaan bantuan karena hal tersebut menyangkut amanah kemanusiaan. Keenam, mengedepankan sikap humanis dan empati kepada korban bencana.
"Korban bencana tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga rasa aman dan harapan. Tagana harus hadir membawa kehangatan dan penguatan moral," ucapnya.
Selain itu, Gus Ipul juga menugaskan Tagana untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta Tagana ikut menjaga dan mengawal keberlangsungan program tersebut di lapangan.
Gus Ipul juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada Tagana, baik dari sisi kapasitas maupun operasional. Menurutnya, kekuatan Tagana akan berbanding lurus dengan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Apel HUT Tagana ke-22 ini diikuti sekitar 1.000 anggota dari seluruh Indonesia dan ditutup dengan simulasi vertical rescue yang menampilkan kemampuan evakuasi korban dari ketinggian.
Editor: Redaktur TVRINews
