
Arsjad Rasjid Dorong Toleransi, Perdamaian, dan Ekonomi Umat Global
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Co-Founder 5P Global Movement, Arsjad Rasjid, menegaskan pentingnya tiga pilar utama toleransi, perdamaian, dan pemberdayaan ekonomi umat dalam rangka kunjungannya ke Kairo, Mesir.
Dalam berbagai pertemuan dengan tokoh agama dan komunitas diaspora, Arsjad menekankan bahwa solusi atas tantangan global harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam pertemuannya dengan Syeikh Usamah Al-Sayyid Azhari, salah satu dari 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia dan juga Menteri Awqaf Mesir, Arsjad menyoroti pentingnya membangun perdamaian berkelanjutan antarnegara Muslim melalui pendekatan diplomasi antarwarga atau people to people diplomacy.
Menurutnya, pendekatan ini didasarkan pada kesamaan nilai dan visi antarumat.
“Perlu ada penguatan jaringan antar-komunitas melalui program pertukaran pelajar, lokakarya lintas iman, dan kegiatan budaya bersama. Masjid serta lembaga keagamaan berperan penting sebagai pusat dialog dan rekonsiliasi,” kata Arsjad dalam keterangan yang tertulis, Sabtu 17 Mei 2025.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan 5P (Peace, Prosperity, People, Planet), dan Partnership dalam memperkuat kerja sama lintas negara berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas.
Dalam dialog terpisah dengan Abdel Hady El Kassaby, Ketua Majelis Sufi Tertinggi Mesir, Arsjad membahas pengembangan ekosistem ekonomi halal antara Indonesia, Mesir, dan kawasan Timur Tengah.
Ia menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi strategis agar produk halal Indonesia tidak hanya diekspor, tetapi juga berperan dalam membentuk ekosistem halal yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Dengan menyelaraskan potensi dan kemampuan kedua negara, kita dapat memperkuat daya saing produk halal di kawasan ini,” ungkapnya.
Saat bertemu mahasiswa Universitas Al Azhar serta anggota Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir, Arsjad memperkenalkan program Rumah Wirausaha Masjid sebuah inisiatif dari Dewan Masjid Indonesia yang telah memberdayakan pelaku UMKM di lebih dari 160 masjid sebagai proyek percontohan.
“Lebih dari 500 pelaku usaha mikro mengalami peningkatan pendapatan hingga 32 persen melalui pelatihan intensif dan pendampingan yang kami lakukan,” katanya.
Ia mendorong mahasiswa untuk mereplikasi model ini di komunitas masing-masing guna mencetak generasi wirausahawan Muslim yang lahir dari lingkungan masjid sebagai pusat pengembangan ekonomi dan inovasi.
Arsjad menyerukan pentingnya kerja sama dan solidaritas global. Ia meyakini dengan membumikan nilai toleransi, menyebarkan semangat perdamaian, dan memperkuat ekonomi umat, Indonesia dapat memperkokoh kemitraan strategisnya hingga ke jantung dunia Islam di Timur Tengah.
Editor: Redaksi TVRINews
