
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Kulon Progo
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat, 24 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas SDM, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
Menko AHY menyampaikan bahwa pelibatan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dari daerah setempat menjadi prioritas. Selain itu, meningkatnya aktivitas UMKM, rumah sewa, hingga jasa pendukung lainnya diyakini akan menggerakkan roda perekonomian di Kulon Progo.
“Pembangunan ini harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan kerja maupun penguatan ekonomi lokal,” ujar Menko AHY.
Hingga saat ini, sebanyak 864 pekerja telah dikerahkan di lapangan untuk mengejar target penyelesaian. Progres fisik pembangunan kawasan pendidikan seluas 7,1 hektare ini tercatat telah mencapai 38,9 persen.
Di sisi lain, Menko AHY menekankan bahwa fungsi utama Sekolah Rakyat tetap sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dengan total anggaran pembangunan sekitar Rp214 miliar, sekolah ini dirancang sebagai kompleks terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai solusi jangka panjang. Bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, melainkan juga membangun ekosistem pembelajaran yang lengkap dan inklusif. Kita ingin proyek ini tuntas dengan kualitas yang baik,” katanya.
Nantinya, sekolah ini ditargetkan mampu menampung 1.080 peserta didik. Seluruh kebutuhan dasar siswa, mulai dari biaya sekolah, makan, pakaian, hingga perlengkapan belajar, akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah agar tidak membebani keluarga prasejahtera.
“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” tegas Menko AHY.
Proyek di Kulon Progo ini merupakan bagian dari tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional yang mencakup 104 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas pendukung seperti asrama, kantin, serta berbagai sarana olahraga juga disiapkan untuk menunjang kegiatan siswa.
Menko AHY meminta seluruh pihak, termasuk Kementerian PU dan kontraktor, untuk terus menjaga kualitas konstruksi serta standar keselamatan kerja hingga proyek ini rampung.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan. Ini harus kita jaga bersama sampai tuntas,” pungkas Menko AHY.
Editor: Redaksi TVRINews
