
Petugas BPBD, TNI, Polri dan relawan membersihkan material banjir bandang yang menutup akses jalan di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu, 24 Januari
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Empat titik longsor akibat hujan ekstrem dinilai membahayakan keselamatan pendaki dan warga lereng gunung.
Seluruh jalur pendakian Gunung Slamet resmi ditutup sementara menyusul bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Penutupan dilakukan demi keselamatan setelah cuaca ekstrem merusak jalur pendakian dan infrastruktur di lereng gunung.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, hasil tinjauan lapangan menunjukkan longsor terjadi di empat titik strategis yang sangat membahayakan pendaki maupun warga.
“Curah hujan ekstrem memicu longsor di empat titik lereng gunung. Material longsor terbawa ke sungai dan menyebabkan banjir bandang yang merusak jembatan di wilayah bawah. Demi keselamatan, seluruh jalur pendakian ditutup,” ujar Fahmi, dikutip Selasa, 27 Januari 2026.
Pendaki Dievakuasi dalam Kondisi Selamat
Penutupan jalur dilakukan setelah tujuh pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Para pendaki sempat terjebak akibat jalur pendakian terputus diterjang longsor dan banjir bandang.
Dalam kejadian tersebut, dua pendaki tertahan di Pos 1, sementara lima pendaki lainnya yang merupakan satu keluarga terpaksa bertahan di Pos 3 karena akses jalan tertutup material longsor. Tim gabungan berhasil mengevakuasi seluruh pendaki tanpa laporan luka serius.
Dampak Bencana di Permukiman
Meski tidak menimbulkan korban dari kalangan pendaki, bencana ini menelan satu korban jiwa dari warga setempat. Dampak kerusakan juga meluas ke kawasan kaki gunung.
Tiga desa terdampak cukup parah, yakni Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.
Data sementara mencatat sebanyak 165 rumah warga mengalami kerusakan, lima jembatan penghubung antarwilayah terputus, serta 12 kendaraan hanyut, terdiri dari dua mobil dan 10 sepeda motor.
Pendataan dan Pembersihan Berlanjut
Saat ini, BPBD Purbalingga bersama relawan gabungan masih melakukan pendataan kerusakan dan pembersihan material longsor di sejumlah titik terdampak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah lereng Gunung Slamet, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan mematuhi kebijakan penutupan jalur pendakian hingga kondisi dinyatakan aman.
Editor: Redaktur TVRINews
