
(Foto: Dok. Kemenpar)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kinerja pariwisata nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Kementerian Pariwisata mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia jauh melampaui jumlah wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri, menciptakan surplus wisatawan (tourism balance) yang positif bagi perekonomian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman periode Januari–Agustus 2025 mencapai 10,04 juta kunjungan, tertinggi sejak pandemi COVID-19. Angka ini naik 10,38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat 9,09 juta kunjungan.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri hanya mencapai 6,13 juta perjalanan dalam periode yang sama. Perbedaan jumlah yang cukup besar ini menghasilkan surplus wisatawan yang berdampak langsung pada peningkatan devisa bersih pariwisata Indonesia.
"Surplus wisatawan ini memperkuat posisi pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan penyumbang devisa negara," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, Jumat, 10 Oktober 2025.
Menurut Widiyanti, surplus tersebut bukan hanya menunjukkan daya tarik Indonesia di mata wisatawan mancanegara, tetapi juga menggambarkan meningkatnya kepercayaan terhadap stabilitas sektor pariwisata nasional.
Kemenpar menilai dampak positif surplus wisatawan terlihat dari naiknya permintaan akomodasi, belanja wisatawan, dan peluang investasi di sektor transportasi, infrastruktur, hingga UMKM pariwisata.
Selain itu, sektor ini juga membantu menjaga lapangan kerja dan penghasilan masyarakat di berbagai daerah wisata.
"Setiap peningkatan jumlah wisatawan asing berarti bertambahnya devisa, tumbuhnya usaha masyarakat, dan meningkatnya kontribusi pariwisata terhadap ekonomi nasional," ucap Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Kemenpar optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun, terutama dengan dukungan event pariwisata dan promosi digital yang masif.
Pemerintah juga terus mendorong penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Editor: Redaksi TVRINews
