Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat dan cita-cita para pendiri bangsa.
Hal ini disampaikannya usai menghadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025).
“Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peringatan sekaligus pengingat bahwa apa yang telah ditanamkan para pendahulu kita, terutama para proklamator, masih kita nikmati hingga usia ke-80 tahun kemerdekaan ini,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata demi mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kita semua memiliki harapan, tapi juga mari kita ikhtiarkan bersama-sama sebagai bangsa untuk Indonesia yang benar-benar semakin maju, semakin sejahtera masyarakatnya, dan berkeadilan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meneruskan perjuangan para pendiri bangsa demi Indonesia yang lebih berdaulat dan disegani di kancah global.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita semua harus menyatukan energi dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing. Insya Allah, setelah 80 tahun kita lewati, Indonesia akan terus eksis serta semakin dihormati dan disegani di dunia,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Menko AHY tampil mengenakan pakaian adat Aceh Ulee Balang. Pilihan busana tersebut, menurutnya, sebagai simbol kekayaan budaya Nusantara sekaligus penanda 20 tahun perdamaian Aceh sejak penandatanganan Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005.
“Kita berharap semua wilayah Indonesia juga selalu hidup dalam damai, dan semakin mudah sejahtera,” pungkas Menko AHY.
Editor: Redaktur TVRINews
