
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. (Foto: TVRINews/Ridho Dwi Putranto)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan menggalang dana untuk mendukung penanganan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, khususnya pada tahap mitigasi awal.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) di masing-masing provinsi untuk membantu warga terdampak sekaligus menjaga pelestarian situs budaya.
Dana Rp1,5 Miliar Terkumpul
Fadli mengatakan penggalangan dana dilakukan secara gotong royong oleh pegawai Kementerian Kebudayaan sebagai bentuk kepedulian insan budaya terhadap korban bencana.
“Kami telah menggalang dana kurang lebih Rp1,5 miliar dalam beberapa hari ini. Dana ini akan kami salurkan melalui BPK di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Menbud Fadli Zon, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Kamis, 4 Desember 2025.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan akan menyesuaikan kebutuhan lapangan yang dinamis dan berubah setiap hari.
Peran BPK dalam Penanganan Cagar Budaya
Selain fokus pada bantuan kemanusiaan, Balai Pelestarian Kebudayaan juga berperan sebagai garda depan untuk menelaah dampak bencana terhadap situs budaya, mendata kerusakan pada cagar budaya maupun museum dan mengumpulkan informasi kebutuhan pemulihan aset budaya
“BPK juga menjadi ujung tombak untuk meneliti dan mencari informasi terkait situs-situs serta cagar budaya yang terdampak. Masukan dari BPK akan menjadi dasar penanganan lanjutan,” jelas Fadli.
Dukungan bagi Jurupelihara dan Masyarakat Sekitar Situs
Kementerian juga memberikan perhatian khusus kepada juru pelihara situs budaya yang turut menjadi korban bencana.
“Mereka bukan hanya penjaga aset budaya, tetapi juga anggota masyarakat yang terdampak. Karena itu, bantuan bagi mereka menjadi prioritas,” kata Fadli.
Masyarakat yang tinggal di sekitar situs budaya dan mengalami kerusakan atau kehilangan juga akan menjadi bagian dari penerima bantuan.
Bencana Besar dan Fokus Pemerintah
Fadli menegaskan bahwa bencana di tiga provinsi ini merupakan musibah besar dengan banyak korban meninggal maupun hilang. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini yakni keselamatan jiwa warga terdampak, pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang, penyediaan akses komunikasi, Pendistribusian BBM dan kebutuhan energi lainnya, serta perlindungan aset budaya baik tangible maupun intangible.
“Kementerian Kebudayaan mendukung penuh upaya kementerian dan lembaga terkait dalam penanganan bencana, sambil tetap memastikan aset budaya nasional tetap terlindungi,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews
