
Dok. Monumen Nasional Indonesia
Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Jakarta
Museum Nasional Indonesia memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan penyesuaian harga tiket masuk yang belakangan menjadi sorotan publik. Terhitung mulai 1 Januari 2026, tarif tiket untuk pengunjung dewasa naik dari Rp25.000 menjadi Rp50.000 atau meningkat sebesar 100 persen.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menyampaikan bahwa kenaikan tarif tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mendukung peningkatan perawatan dan pemeliharaan koleksi museum.
Mengutip Antaranews.com, Indira menjelaskan penyesuaian tarif diperlukan agar pengelolaan koleksi di Museum Nasional Indonesia dapat dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.
"Penyesuaian tarif dilakukan agar Museum Nasional Indonesia dan koleksinya dapat terus dirawat sesuai standar pemeliharaan internasional serta tetap menjadi ruang yang nyaman dan bermakna bagi masyarakat," kata Indira.
Ia menambahkan, pengelola Museum Nasional Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga warisan arkeologi, sejarah, etnografi, serta numismatika Indonesia. Dalam menjalankan tugas tersebut, pengelola museum mengandalkan dukungan pendanaan dari pemerintah, filantropi, serta kontribusi pengunjung melalui penjualan tiket.
Kementerian Kebudayaan selaku penanggung jawab institusi Museum dan Cagar Budaya, termasuk Museum Nasional Indonesia, telah menetapkan kebijakan kenaikan tarif tiket masuk museum mulai tahun 2026.
Meski demikian, pengelola tetap memberlakukan tarif khusus bagi kelompok tertentu, seperti penyandang disabilitas, pengunjung berusia di atas 60 tahun, serta pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah.
Pengelola menjelaskan bahwa pendapatan dari penjualan tiket digunakan untuk mendukung pemeliharaan koleksi museum serta peningkatan kualitas pelayanan bagi pengunjung.
Sebagai tambahan informasi, Museum Nasional Indonesia saat ini juga menghadapi tuntutan peningkatan standar pemeliharaan koleksi, khususnya setelah menerima fosil koleksi Eugene Dubois yang dipulangkan dari Belanda ke Indonesia. Koleksi tersebut memperkuat peran museum sebagai pusat rujukan pengetahuan, penelitian, dan edukasi.
Untuk mendukung hal tersebut, pengelola museum berencana menggelar pameran khusus pada semester pertama tahun 2026 guna menampilkan koleksi fosil tersebut kepada publik. Pameran ini akan dikemas secara imersif dengan pendekatan teknologi untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih interaktif.
Dalam jangka panjang, pengelola Museum Nasional Indonesia juga akan melanjutkan renovasi enam ruang pamer yang sempat terdampak kebakaran pada tahun 2023. Proses perbaikan tersebut akan melibatkan dukungan dari pemerintah, sektor swasta, serta partisipasi publik.
Selain peningkatan kualitas pameran dan pemeliharaan koleksi, kebijakan penyesuaian tarif tiket masuk juga diarahkan untuk mendukung penyediaan fasilitas penunjang, seperti taman, masjid, kantin, dan aula, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung di museum.
Editor: Redaksi TVRINews
