Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews- Pidie, Aceh
TNI percepat pembangunan infrastruktur penghubung di delapan kabupaten pascabencana banjir dan tanah longsor.
Pemulihan infrastruktur di wilayah pedalaman Aceh memasuki babak baru. Sejumlah proyek jembatan gantung kini sedang dikebut guna menyambungkan kembali akses warga di desa-desa yang terisolasi akibat rentetan bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan pengamatan di lapangan pada Selasa 27 januari 2026, mobilisasi personel TNI Angkatan Darat terlihat masif di beberapa titik krusial.
Di Desa Baro Yaman, Kabupaten Pidie, petugas fokus pada penggalian fondasi menara, sementara di wilayah lain seperti Aceh Timur dan Aceh Tamiang, struktur fisik jembatan mulai menampakkan wujudnya.
Progres Signifikan di Lapangan
Pembangunan ini tersebar di delapan kabupaten terdampak. Di Desa Pante Kera, Aceh Timur, teknisi mulai melakukan penyetelan kabel utama dan pemasangan gelagar lantai.
Langkah serupa juga terlihat di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, di mana proyek telah memasuki tahap akhir (finishing) melalui pengecatan dan pengelasan plat injak.
"Pekerjaan di lapangan dilakukan dengan percepatan tinggi agar mobilitas ekonomi warga tidak terhambat terlalu lama," ungkap salah satu petugas di lokasi pembangunan Aceh Barat, di mana pemasangan pelat lantai jembatan di Desa Kajeung hampir rampung sepenuhnya.
Titik-titik pembangunan strategis lainnya meliputi:
- Aceh Tenggara: Penggunaan alat berat untuk pemasangan tiang fondasi di Desa Lawe Mamas Indah.
- Bireuen: Penyiapan material spesifik berupa besi sling di Desa Meunasah Krueng.
- Aceh Utara: Penggalian fondasi awal di Desa Gampong Teungoh.
Melampaui Infrastruktur Jembatan.
Selain jembatan gantung, intervensi TNI juga mencakup perbaikan akses darat. Pengecoran jalan dilakukan secara simultan di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Desa Burlah dan Desa Owak.
Langkah ini diambil untuk memastikan pergerakan logistik dan masyarakat kembali normal setelah akses utama sempat terputus total.
Keberadaan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya menjadi penyambung fisik antarwilayah, tetapi juga menjadi urat nadi utama bagi pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh pascabencana.
Editor: Redaktur TVRINews
