Penulis: Alfin
TVRINews, Aceh Tamiang
Aktivitas jual beli di Pasar Sabtu Tualang Cut, Aceh Tamiang, Aceh, kembali bergeliat dan membawa harapan bagi pedagang setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut. Keramaian pasar terlihat pada Sabtu pagi, 3 Januari, saat masyarakat kembali berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Sebulan pascabanjir, kondisi Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Namun, suasana pasar yang ramai menunjukkan tanda kebangkitan ekonomi masyarakat. Para pedagang tampak semringah melayani pembeli di bawah tenda dan payung besar yang berjajar di area pasar.
“Kalau pasar ramai kaya gini, kita senang sih. Harapannya mudah-mudahan jadi perhatian,” kata seorang pedagang saat diwawancara di lokasi, Sabtu, 3 Januari 2026.
Pedagang menilai bencana menjadi pengalaman bersama untuk bangkit. “Untuk semua orang, kita semangat semua. Jangan putus asa dan jangan mengeluh, semua itu cobaan dari Allah dan mudah-mudahan ada hikmahnya di balik semua ini,” lanjut dia.
Ramainya aktivitas pasar juga memperkuat solidaritas antarpedagang. Optimisme muncul seiring suasana pasar yang berangsur normal. “Semangat terus kawan-kawan, karena kita sama-sama kena musibah. Jangan putus asa,” tambah pedagang lain.
Dari video yang beredar, pasar dipadati pedagang dan pembeli sejak pagi hari. Aktivitas transaksi terlihat di berbagai lapak, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan rumah tangga.
“Usaha lebih baik di balik musibah ini semua. Ekonomi mulai bergerak lagi. Jangan menyerah sajalah kita. Hidupkan harus berjalan,” kata seorang pedagang lain.
Aceh Tamiang tercatat sebagai wilayah prioritas pemulihan pascabencana di Sumatra. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai dampak bencana di daerah tersebut paling berat dibandingkan wilayah terdampak lainnya.
“Dari semua daerah terdampak, yang paling berat betul adalah Aceh Tamiang,” kata Tito di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Editor: Redaktur TVRINews
