
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, konpres dalam program mudik gratis Lebaran 2026, Selasa (17/3/2026). (Dok. TVRINews/Ilham Pebry)
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas ribuan pemudik dalam program mudik gratis Lebaran 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Stasiun Pasar Senen, Selasa, 17 Maret 2026.
Program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal di Jakarta seperti asisten rumah tangga, pekerja bangunan, pengemudi ojek online, hingga pedagang kecil, agar dapat pulang kampung dan merayakan Lebaran bersama keluarga.

(Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas ribuan pemudik dalam program mudik gratis Lebaran 2026, Selasa (17/3/2026). (Dok. TVRINews/Nisa Alfiani))
Pada pemberangkatan tahap pertama, sebanyak 670 pemudik diberangkatkan menggunakan kereta api dengan 8–9 gerbong menuju Stasiun Solo Balapan. Selanjutnya, pada sore hari, sebanyak 720 pemudik kembali diberangkatkan menuju Stasiun Tawang Semarang.
Selain kereta api, sebanyak 325 bus juga telah diberangkatkan lebih awal dengan total penumpang mencapai lebih dari 16.700 orang. Secara keseluruhan, jumlah pemudik yang difasilitasi melalui program ini mendekati 18.000 orang.
Gubernur Jateng menegaskan, program mudik gratis ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga memastikan perjalanan mudik yang aman dan tertib.
“Mudik gratis ini kami hadirkan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya pekerja informal, agar mereka bisa pulang kampung dan tetap memiliki sisa rezeki untuk keluarga di desa,” kata Ahmad Luthfi dalam keterangannya di Stasiun Pasar Senen, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menambahkan, penggunaan moda transportasi massal seperti kereta api dan bus juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik.
“Dengan transportasi yang terkoordinasi, kita harapkan lalu lintas lebih tertib, keselamatan pemudik terjamin, dan perjalanan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur juga mengimbau para pemudik agar tidak mengajak kerabat atau tetangga kembali ke Jakarta tanpa kepastian pekerjaan.
“Kami harapkan setelah kembali nanti, tidak membawa saudara atau tetangga tanpa kepastian kerja. Di Jawa Tengah kami sudah siapkan program pemberdayaan agar masyarakat bisa bekerja dan berkembang di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota juga telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan ekonomi untuk menampung para pemudik agar memiliki peluang kerja di kampung halaman.
Diperkirakan, sebanyak 17,7 juta orang akan melakukan perjalanan mudik menuju Jawa Tengah pada Lebaran tahun ini, menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu tujuan utama arus mudik nasional.
Editor: Redaksi TVRINews
