
Presiden Prabowo saat menerima 12 CEO Global di Washington DC (Foto: Instagram/sekretariat.kabinet)
Penulis: Fityan
TVRINews - Washington DC
Presiden RI bertemu 12 raksasa investasi Amerika Serikat di Washington guna memperkuat kemitraan strategis dan pembukaan lapangan kerja.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan langkah diplomasi ekonomi besar dengan menerima 12 pimpinan perusahaan investasi papan atas dunia di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat 20 Februari 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Indonesia untuk mengamankan dukungan dari entitas global yang mengelola total aset gabungan mencapai US$16 triliun, atau setara dengan Rp270 kuadriliun.
Para delegasi yang hadir mencakup tokoh-tokoh berpengaruh di balik institusi finansial global, termasuk Matt Harris dari BlackRock, Todd L. Boehly dari Eldridge Industries yang dikenal sebagai pemilik Chelsea FC dan LA Lakers, serta Armen Panossian dari Oaktree yang menaungi klub Italia, Inter Milan.
Optimalisasi Potensi yang Belum Terjamah
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah membangun jembatan investasi yang selama ini dianggap belum digarap secara maksimal.
Menurutnya, banyak dari perusahaan raksasa tersebut sebelumnya lebih cenderung mengarahkan modal mereka ke negara lain.
"Kami baru saja menyelesaikan sesi di mana Bapak Presiden berdialog langsung dengan 12 pimpinan perusahaan investasi terbesar di dunia. Jika dikumpulkan, asset under management mereka mencapai angka fantastis, yakni 16 triliun dolar AS," ujar Rosan dalam keterangannya di Washington, Sabtu 21 Februari 2026.
Dalam forum tertutup tersebut, para investor memberikan sejumlah masukan konstruktif bagi pemerintah Indonesia.
Poin-poin utama yang dibahas meliputi pentingnya konsistensi kebijakan, penguatan penegakan hukum, serta pengembangan pasar modal yang stabil untuk memitigasi risiko investasi.
Peran Strategis Danantara
Pertemuan ini juga mempertegas posisi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai mitra lokal utama bagi para investor global.
Melalui Danantara, pemerintah berupaya memberikan rasa aman dan kepercayaan diri tinggi bagi para pemilik modal internasional untuk menanamkan dana di Indonesia.
Peluang kerja sama yang dijajaki mencakup sektor-sektor masa depan, mulai dari teknologi dan ekonomi digital, energi terbarukan, hingga pembangunan infrastruktur skala besar.
"Diskusinya sangat berbuah (fruitful) dan produktif," tambah Rosan. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo membuka pintu seluas-luasnya bagi investasi yang mampu menciptakan rantai ekonomi baru serta membuka lapangan kerja yang berdampak langsung bagi kepentingan dalam negeri.
Daftar Pimpinan Perusahaan Global yang Hadir:
Pertemuan tersebut dihadiri oleh level eksekutif tertinggi (C-Level), yang menunjukkan tingginya minat dunia terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia:
1. Matt Harris (BlackRock/Global Infrastructure Partners)
2. Todd L. Boehly (Eldridge Industries)
3. Martin Escobari (General Atlantic)
4. Al Rabil (Kayne Anderson)
5. Neil R. Brown (KKR)
6. Michael Weinberg (LLCP)
7. Armen Panossian (Oaktree)
8. Justin Metz (Related Fund Management)
9. Luke Taylor (Stonepeak)
10. Nabil Mallick (Thrive Capital)
11. Jeffrey Perlman (Warburg Pincus)
12. Seth Bernstein (Bernstein Equity Partners)
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bagi pasar internasional bahwa Indonesia siap bertransformasi menjadi tujuan utama investasi strategis di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan para pemain besar Wall Street dan pusat keuangan dunia lainnya.
Editor: Redaksi TVRINews
