
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut meski kondisi ekonomi domestik dinilai kuat. Situasi ini menjadi perhatian karena mencerminkan ketidakseimbangan antara fundamental ekonomi nasional dan dinamika pasar keuangan global.
Anggota Komisi XI DPR RI, Erik Hermawan, menilai pelemahan rupiah berkaitan erat dengan faktor eksternal. Arus modal keluar serta meningkatnya minat investor global terhadap aset berbasis dolar Amerika Serikat menjadi pemicu utama tekanan tersebut.
Ia menyebut tekanan global masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi siklus keuangan global yang bergerak seiring ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter negara maju.
Di sisi lain, Erik menilai fundamental ekonomi Indonesia relatif solid. Inflasi terjaga, pertumbuhan ekonomi stabil, dan cadangan devisa cukup untuk menopang stabilitas dalam jangka pendek. Namun, kondisi tersebut belum mampu sepenuhnya meredam tekanan eksternal.
Menurutnya, diperlukan langkah strategis yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyasar perbaikan struktural. Ia mendorong penguatan investor domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap modal asing, sehingga volatilitas nilai tukar dapat ditekan secara berkelanjutan.
"Optimalisasi instrumen moneter, penguatan koordinasi fiskal, serta komunikasi kebijakan yang kredibel dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi," terang Erik, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu, 25 April 2026.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah. Optimalisasi instrumen moneter, koordinasi fiskal, serta komunikasi kebijakan yang kredibel dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Erik menegaskan kondisi ini perlu dimanfaatkan sebagai momentum mempercepat transformasi ekonomi nasional, terutama dalam meningkatkan daya saing ekspor dan memperkuat struktur industri dalam negeri. Dengan fondasi ekonomi yang lebih kokoh, Indonesia diharapkan mampu menghadapi gejolak global serta menjaga stabilitas nilai tukar secara berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
