
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Foto: TVRINews/HO-Kemensos)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Gresik
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus menjadi satu-satunya pedoman bagi pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini krusial guna memastikan akurasi penyusunan program dan kebijakan perlindungan sosial.
Hal tersebut disampaikan Saifullah Yusuf dalam acara 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden' yang digelar di Aula Mandala Bhakti Praja, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Sapaan akrab Gus Ipul itu menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.
Kebijakan ini, kata Gus Ipul, untuk memastikan seluruh warga negara yang berhak mendapatkan perlindungan sosial dapat terjangkau oleh program prioritas melalui satu data terpadu yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Dengan adanya instruksi Presiden ini, diharapkan datanya tunggal, tidak ada lagi semua pegang data sendiri-sendiri, dan yang memegang data adalah BPS,” tegas Gus Ipul dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia juga mengingatkan bahwa DTSEN bersifat dinamis karena mengikuti perubahan kondisi kependudukan seperti kelahiran, kematian, pernikahan, hingga perpindahan domisili.
Oleh karena itu, Gus Ipul meminta semua pihak tidak menganggap data tersebut sebagai dokumen statis dan harus terus dimutakhirkan secara berkala.
"Jangan ada yang menganggap data ini statis," imbuhnya.
Peran Vital RT/RW dan Partisipasi Publik
Dalam proses pemutakhiran data, Gus Ipul mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik, operator data, hingga pilar sosial untuk bergerak aktif. Menurutnya, jalur formal pemutakhiran dimulai dari tingkat paling bawah.
“Jalur formal itu dimulai dari RT/RW. Sesungguhnya yang paling tahu kondisi objektif setiap warga adalah RT dan RW,” jelas Mensos.
Selain jalur birokrasi, pemerintah juga menyediakan kanal partisipasi publik melalui aplikasi 'Cek Bansos', call center, dan WhatsApp Center.
Ia mempersilakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk personel TNI dan Polri, untuk memanfaatkan aplikasi tersebut guna memastikan transparansi penyaluran bantuan.
Potensi Siswa Sekolah Rakyat
Acara tersebut juga diwarnai dengan penampilan memukau dari siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik. Para siswa menunjukkan bakat mereka melalui paduan suara, pembacaan puisi, hingga pidato dalam empat bahasa asing: Inggris, Arab, Tagalog, dan Prancis.
Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap kepercayaan diri para siswa tersebut. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dikhususkan bagi anak-anak dari kelompok masyarakat paling rentan.
"Siswa di Sekolah Rakyat adalah mereka yang berada di desil 1 dan desil 2 DTSEN. Tidak boleh yang lain. Ini adalah sekolah bagi orang-orang istimewa yang sebelumnya belum terbawa dalam proses pembangunan," ungkapnya.
Melalui Sekolah Rakyat, Mensos berharap potensi anak-anak dari kalangan prasejahtera dapat terus diasah sehingga mereka bisa berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Editor: Redaksi TVRINews
