
Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: YouTube Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Pemerintah Indonesia Turunkan Biaya Haji 2026 di Tengah Lonjakan Harga Avtur Dunia
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reformasi signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia dengan memangkas masa tunggu jemaah secara drastis.
Mulai tahun 2026, durasi antrean haji nasional diproyeksikan berkurang hampir separuh dari periode sebelumnya.
Dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada Rabu 8 April 2026, Kepala Negara menegaskan komitmennya untuk mengurai hambatan birokrasi dan teknis yang selama ini membebani calon jemaah.
"Kita berjuang dan alhamdullilah antrean haji tidak lagi 48 tahun. Mulai 2026, antrean haji paling lama menjadi 26 tahun," ujar Presiden Prabowo di hadapan para menteri kabinet.
Efisiensi Anggaran di Tengah Tekanan Global
Selain percepatan durasi tunggu, kebijakan strategis juga menyasar pada aspek pembiayaan. Di tengah fluktuasi ekonomi global yang memicu kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur), pemerintah justru mengambil langkah berani dengan menurunkan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).
Presiden merinci bahwa efisiensi pengelolaan dana dan negosiasi sektoral memungkinkan pemerintah menekan biaya hingga Rp2 juta per jemaah untuk keberangkatan tahun 2026. Langkah ini dipandang sebagai bentuk proteksi ekonomi bagi masyarakat lapisan bawah.
"Kami memastikan bahwa biaya haji tahun 2026 diturunkan sekitar Rp2 juta. Walaupun harga avtur naik, kami tetap berkomitmen menurunkan biaya tahun ini sebagai bentuk perlindungan pemerintah terhadap rakyat," tegas Presiden Prabowo.
Transformasi Berkelanjutan
Langkah ini menandai pergeseran besar dalam manajemen haji Indonesia, yang merupakan pengirim jemaah terbesar di dunia.
Presiden menambahkan bahwa pencapaian ini bukanlah titik akhir. Pemerintah akan terus melakukan diplomasi dan perbaikan sistemik agar masa tunggu dapat terus ditekan ke angka yang lebih proporsional di masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews
