
Penulis: Ricardo Julio
Ricardo
TVRINews, Bogor
Kebersihan menjadi salah satu poin utama yang ditekankan Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menggagas Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga estetika dan kebersihan lingkungan.
Salah satu fokus dalam Gerakan ASRI ini adalah penertiban baliho dan spanduk yang dinilai mengganggu pemandangan. Presiden Prabowo mengaku risih dengan banyaknya media promosi fisik yang mengotori jalanan kota di berbagai daerah, mulai dari Balikpapan, Banjarmasin, hingga akses menuju kediamannya di Hambalang, Bogor.
“(Ada spanduk bertuliskan) 'ayam goreng, pesen satu dapat satu free’, Kenapa harus besar-besar sih? Turis dateng nggak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno (Presiden pertama RI Soekarno) lebih senang di bogor daripada di jakarta,” kata Presiden Prabowo.
Presiden menginstruksikan jajaran pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera menertibkan baliho serta spanduk-spanduk tersebut. Namun, ia menekankan agar penertiban dilakukan dengan cara persuasif melalui diskusi bersama organisasi pengusaha seperti Kadin, Hipmi, dan asosiasi lainnya.
Selain masalah iklan luar ruang di jalan-jalan protokol, Kepala Negara juga menyoroti pengaturan kabel listrik yang tidak beraturan dan berseliweran karena dinilai merusak keindahan kota dan mengurangi kenyamanan wisatawan.
"Orang ke Bali ingin lihat Bali. Dia tidak ingin melihat (spanduk) Kentucky Fried Chicken besar-besar. (Spanduk) McDonald’s di jalan-jalan protokol. Ditertibkanlah, ajak bicara baik-baik,” katanya.
Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Presiden berharap kota-kota di Indonesia dapat kembali bersih dan indah, sehingga mampu memberikan kesan positif bagi warga maupun turis mancanegara yang berkunjung.
Editor: Redaktur TVRINews
