Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Mojokerto
Walikota Mojokerto bersama PT Pertamina Surabaya menggelar sidak ketersediaan gas elpiji melon di sejumlah agen dan pangkalan di Kota Onde-onde, Mojokerto. Dari hasil sidak ditemukan bahwa di beberapa pangkalan terjadi banyak pengurangan kiriman dari Pertamina. Para agen juga mewajibkan pembeli membawa identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga sejak mulai bulan Maret lalu.
Menyikapi keresahan warga akibat keberadaan elpiji subsidi tiga kilo yang semakin langka, Walikota Mojokerto bersama PT Pertamina Surabaya dan dinas terkait menggelar sidak di sejumlah pangkalan dan agen elpiji melon di Kota Mojokerto.
Walikota Mojokerto menyasar ke pasar - pasar besar seperti pangkalan Pasar Tanjung Kota Mojokerto, pangkalan gas melon di Jalan Empu Nala dan agen elpiji di Kelurahan Wates, Kota Mojokerto.
Baca juga: Ali Syaifudin: Saat ini Panji Gumilang Sedang Terkena Fitnah
“Kita coba hari ini karena banyak berita Nasional bahwa di beberapa daerah terjadi kelangkaan distribusi elpiji (gas) melon sehingga kami berharap di Kota Mojokerto tidak terjadi kondisi demikian. Kami berupaya pencegahan lebih dini untuk sidak di 3 lokasi, 2 pangkalan 1 agen. Dari temuan di lapangan memang ada 1 pangkalan yang terjadi penurunan suplai dibandingkan kondisi-kondisi sebelumnya dan yang 2 aman tidak terjadi penurunan. Kami di Mojokerto bersyukur karena dari total rumah tangga, 30% nya sudah aliran jargas di masing-masing rumah jadi aman,” ungkap Walikota Mojokerto.
Di pangkalan Pasar Tanjung, pemilik mengaku ada pengurangan kiriman dari agen besar. Jika biasanya dikirim dua ratus lebih tabung setiap dua hari sekali, namun kini ada pengurangan hingga separuhnya. Itu pun waktu pengirimannya molor yakni dikirim setiap tiga atau empat hari sekali.
Sementara di Pangkalan Jalan Empu Nala juga ditemukan stok masih cukup untuk warga sekitar dan pengiriman juga lancar, sedangkan agen di Jalan Raya Bancang mewajibkan semua pangkalan di bawahnya untuk mewajibkan setiap pembeli menyerahkan foto copy KK dan KTP sebelum mendapatkan gas elpiji melon.
Kebijakan ini telah berlaku sejak bulan Maret lalu dan pada tahun 2024 mendatang seluruh pembeli gas melon diwajibkan menggunakan aplikasi oleh Pertamina Pusat. Data terkini menyebutkan hampir separuh warga di Kota Mojokerto sudah menggunakan jaringan gas sehingga kelangkaan stok elpiji subsidi saat ini tak perlu disikapi dengan panic buying.
Secara umum stok gas elpiji melon di Kota Mojokerto aman. Hanya saja masih ada pengurangan stok dan tersendatnya jadwal pengiriman elpiji subsidi di tingkat pangkalan. Nantinya temuan dalam sidak ini akan menjadi bahan evaluasi bagi PT Pertamina Jawa Timur di Surabaya.
Baca juga: Polri Amankan CCTV di Rusun Polri Cikeas, Pasca Tewasnya Bripda Ignatius
Editor: Redaktur TVRINews
