
Paviliun Indonesia Promosikan Produk Makanan Sehat di CHFA NOW 2026 Kanada
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Paviliun Indonesia hadir dalam pameran Canadian Health Food Association (CHFA) Natural Organic Wellness (NOW) 2026 melalui kerja sama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver dengan Konsulat Jenderal Repunlik Indonesia (KJRI) Vancouver.
Pameran yang dilaksanakan pada 21-22 Februari 2026 ini merupakan salah satu ajang dagang terbesar di Kanada yang mempromosikan produk alami, sehat, dan organik.
Konsul Jenderal RI Vancouver, Nina Kurnia Widhi, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam CHFA merupakan yang keempat kalinya dan akan terus dilanjutkan guna mendorong ekspor produk alami dan organik Indonesia ke pasar Kanada.
"Partisipasi Paviliun Indonesia pada CHFA ini merupakan partisipasi ke-4 dan akan terus dilanjutkan untuk terus mendorong produk alami dan organik Indonesia ke Kanada, tentunya dilakukan dengan kolaborasi antara KJRI dan ITPC Vancouver," kata Nina, dikutip dari siaran persnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam pameran ini, Paviliun Undonesia memperkenalkan produk alami dan organik unggulan antara lain teh khas Indonesia, kopi spesial Indonesia, keripik tempe, keripik buah, keripik umbi, gula kelapa organik, pemanis alami, olahan mie sehat dengan bahan alami, beras beraroma, serta ubi kering.
Sementara itu, Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati mengatakan, keikutsertaan dalam CHFA merupakan peluan emas dalam menghadirkan produk Indonesia sebagai pilihan yang menjanjikan bagi pasar Kanada yang kompetitif.
"Kami juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki produk makanan minuman yang mengutamakan kesehatan bagi konsumennya melalui bahan baku organik pilihan. Kami berharap potensi transaksi perdagangan sebesar USD7,6 juta yang didapat dari pameran ini dapat terealisasi," ucapnya.
Sebagai informasi, total perdagangan Indonesia-Kanada mencapai USD4,36 miliar pada 2025. Nilai ini meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD3,6 miliar. Ekspor Indonesia ke Kanada mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 17,68 persen, dari USD1,44 miliar pada 2024 menjadi USD1,69 miliar pada 2025.
“Angka tersebut mencerminkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak dan partisipasi aktif dalam pameran dagang seperti CHFA NOW dan dapat lebih ditingkatkan lagi melalui pemanfaatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) setelah memasuki masa implementasi,” tegas Silvi.
Menurut Silvi, berdasarkan laporan Global Organic Trade, pasar produk organik Indonesia diproyeksikan akan terus mencatat pertumbuhan positif dengan nilai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,8 persen selama periode 2023–2028. Sejalan dengan tren tersebut, nilai pasar diperkirakan mencapai USD1,67 miliar pada 2028.
“Proyeksi pertumbuhan ini membuka peluang strategis untuk semakin memperkuat posisi dan meningkatkan ekspor produk organik Indonesia ke pasar internasional, khususnya ke negara-negara dengan tingkat preferensi konsumen yang semakin tinggi terhadap produk organik berkualitas,” tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews
