TVRINews – Jakarta
Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 150 ribu lulusan baru terserap dalam tiga gelombang menggunakan dana APBN.
Pemerintah Indonesia resmi memperluas jangkauan Program Magang Nasional pada tahun 2026. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan target kepesertaan tumbuh sebesar 50 persen guna mempercepat penyerapan lulusan baru (fresh graduate) ke dalam dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengonfirmasi bahwa kuota peserta tahun ini dinaikkan menjadi 150 ribu orang, melonjak signifikan dibandingkan target tahun 2025 yang berada di angka 100 ribu peserta. Langkah ekspektatif ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat serta kebutuhan penguatan kompetensi tenaga kerja muda.
“Arahan Bapak Presiden untuk 2026 kita sudah bisa menyiapkan pelaksanaan magang bagi sebanyak 150 ribu orang. Tahun lalu 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu,” ujar Yassierli melalui keterangan tertulis dilaman resmi Kemenaker Rabu 27 Mei 2026
Skema Gelombang dan Hak Peserta
Guna memastikan tata kelola yang optimal, Kemnaker membagi pelaksanaan program tahun ini ke dalam tiga gelombang (batch) bertahap. Masing-masing gelombang dirancang untuk memfasilitasi 50 ribu peserta. Gelombang pertama dijadwalkan mulai berjalan pada Juni mendatang.
Pemerintah juga telah menginstruksikan korporasi mitra untuk segera mempublikasikan lowongan magang melalui kanal resmi masing-masing.
Terkait aspek finansial, anggaran upah bagi para peserta dipastikan bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), setelah mencapai kesepakatan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan.
Yassierli memaparkan bahwa besaran uang saku disesuaikan dengan regulasi pengupahan lokal demi menjaga daya beli peserta.
“Untuk uang sakunya tetap sama, yakni sebesar upah minimum di masing-masing lokasi magang. Apakah menggunakan upah minimum kabupaten/kota atau upah minimum provinsi. Khusus Jakarta menggunakan upah minimum provinsi, sedangkan daerah lain mengikuti upah minimum kabupaten/kota,” kata Yassierli menjelaskan.
Evaluasi dan Dampak Penyerapan Kerja
Kebijakan perluasan kuota ini didasarkan pada performa program tahun lalu. Program Magang Nasional periode 2025 sendiri baru saja resmi ditutup pada Selasa (26/5/2026) dengan realisasi total sekitar 76 ribu peserta, yang terbagi atas 14 ribu orang pada gelombang pertama dan 62 ribu orang pada gelombang kedua.
Menurut data kementerian, program ini memberikan dampak konkret terhadap penyerapan tenaga kerja terampil. Berdasarkan evaluasi gelombang pertama, sebanyak 35 persen peserta langsung mendapatkan tawaran kontrak kerja di perusahaan tempat mereka magang.
Secara statistik, tingkat kepuasan publik terhadap program ini berada di angka yang sangat tinggi:

Grafis: TVRINMews.com
Selain pengalaman praktis, pemerintah juga memfasilitasi penguatan sosiokognitif peserta melalui penyediaan sertifikasi kompetensi opsional. Proses asesmen kemampuan ini diselenggarakan secara luring (offline) di berbagai balai pelatihan untuk menjaga validitas pengujian sesuai standar industri.
Kombinasi antara pengalaman praktis dan sertifikasi resmi ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran terdidik secara konsisten.
“Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengenal sistem kerja di perusahaan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif. Angka [serapan] tersebut menunjukkan bahwa kegiatan magang dapat membuka akses lebih cepat bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja,” tutur Yassierli.










