
dok. Kemenkes
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jawa Tengah
Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten resmi memulai pelayanan bedah jantung terbuka sebagai langkah strategis memperluas akses layanan kesehatan lanjutan berteknologi tinggi, khususnya bagi masyarakat Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa pembiayaan penanganan penyakit jantung di Indonesia telah mencapai Rp19,7 triliun. Angka tersebut mencerminkan tingginya beban penyakit jantung sekaligus menegaskan pentingnya penguatan layanan bedah jantung terbuka, baik untuk kasus jantung bawaan pada anak maupun penyakit jantung pada orang dewasa.
“Pada 2012, hanya terdapat 10 rumah sakit yang mampu melakukan bedah jantung terbuka. Saat ini jumlahnya meningkat menjadi 35 rumah sakit di sekitar 30 provinsi, dan RS Soeradji resmi menjadi rumah sakit ke-36,”kata Prof. Dante dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa layanan berteknologi tinggi seperti bedah jantung terbuka harus dijalankan dengan standar mutu yang konsisten serta dilandasi empati sebagai bagian dari marwah pelayanan rumah sakit.
Direktur Utama RS Soeradji Tirtonegoro, Sholahuddin Rhatomy, menyatakan bahwa dimulainya layanan ini menjadi tonggak penting bagi rumah sakit yang telah hampir satu abad melayani masyarakat.
“Hari ini RS Soeradji memasuki babak baru dengan menghadirkan pelayanan bedah jantung terbuka. Layanan ini merupakan pelayanan lanjutan berisiko tinggi yang kami hadirkan sebagai bentuk dedikasi kepada masyarakat,”jelasnya.
Pelayanan tersebut merupakan bagian dari program pemerataan layanan jantung nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan RI. Dalam pelaksanaannya, RS dr. Kariadi Semarang berperan sebagai rumah sakit pengampu regional yang mendampingi dan memastikan kesiapan RSST.
Direktur Utama RS dr. Kariadi Semarang, Agus Akhmadi, menuturkan bahwa penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, sehingga penguatan jejaring layanan jantung menjadi prioritas nasional.
“Melalui jejaring ini, layanan jantung tidak hanya terpusat di rumah sakit besar, tetapi dapat diakses masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Klaten,”ungkap Agus.
Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyambut positif hadirnya layanan bedah jantung terbuka di RSST. Ia menilai keberadaan layanan tersebut berpotensi mendukung pengembangan wisata medis di daerah.
“Dengan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan akses yang mudah, masyarakat Klaten dan sekitarnya tidak perlu lagi berobat ke kota besar seperti Jakarta atau Surabaya,”ujar Hamenang.
Editor: Redaktur TVRINews
