
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Jakarta
Pemerintah Catat Lonjakan Penumpang dan Kepuasan Publik di Atas 85 Persen
Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi sinyal positif bagi penguatan konsumsi domestik dan stabilitas infrastruktur nasional.
Pemerintah Indonesia melaporkan bahwa integrasi perencanaan lintas sektoral telah membuahkan hasil signifikan, yang tercermin dari tingginya angka kepuasan masyarakat serta pertumbuhan volume penumpang di seluruh moda transportasi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menekankan bahwa kelancaran mobilitas tahun ini merupakan manifestasi dari desain kebijakan yang matang.
Meski volume kendaraan dan manusia meningkat tajam, alur perjalanan dinilai jauh lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Ini adalah hasil kerja kolektif dan perencanaan yang dirancang sedemikian rupa untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan dengan baik," ujar Prasetyo di Istana Negara, Rabu 8 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa meski capaian ini memuaskan, pemerintah tetap mengantongi sejumlah evaluasi teknis untuk penyempurnaan di masa mendatang.
Data dan Indikator Makro
Secara kuantitatif, performa penyelenggaraan mudik tahun ini mendapat validasi dari lembaga riset independen.
Survei yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik menyentuh angka 85,3%, sementara KedaiKopi mencatat angka yang lebih optimis yakni sebesar 88,8%.
Tingginya sentimen positif ini selaras dengan data pertumbuhan sektor transportasi yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan.
Secara agregat, jumlah penumpang angkutan umum mencapai 23,54 juta orang, atau mengalami eskalasi sebesar 10,87% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, merinci bahwa pertumbuhan ini terjadi secara merata di berbagai lini:
• Sektor Penyeberangan : Mencatat lonjakan tertinggi sebesar 15,36% (5,52 juta penumpang).
• Transportasi Darat & Kereta Api : Masing-masing tumbuh di atas 10%, dengan kereta api melayani 7,31 juta pelaku perjalanan.
• Transportasi Udara : Terus menunjukkan tren pemulihan dengan kenaikan 6,97% mencapai 4,77 juta penumpang.
Distribusi Mobilitas Regional
Dari sisi arus kendaraan pribadi, wilayah Jabodetabek tetap menjadi sentral keberangkatan utama. Sebanyak 2,96 juta unit kendaraan tercatat meninggalkan ibu kota, meningkat 4% dari tahun lalu.
Mayoritas pergerakan sekitar 51,5% terkonsentrasi menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, disusul oleh pergerakan ke arah Barat (Sumatra) dan Selatan.
Secara makro, data Mobile Positioning periode 13-29 Maret 2026 menangkap skala pergerakan manusia yang masif, yakni mencapai 147,55 juta orang.
Skala mobilitas sebesar ini tidak hanya menjadi tantangan logistik, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui distribusi belanja rumah tangga yang tersebar di seluruh penjuru nusantara selama perayaan Idulfitri.
Keberhasilan ini menempatkan standar baru bagi manajemen krisis dan pelayanan publik di Indonesia, di mana integrasi data dan kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah lonjakan konsumsi musiman.
Editor: Redaktur TVRINews
