Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Pontianak
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana tanah longsor di dua kabupaten, yaitu Landak dan Sanggau. Longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda kawasan tersebut.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, menjelaskan longsor pertama terjadi pada 2 Maret 2025 di Bukit Seha, Kabupaten Landak. Material longsor sempat menutup akses jalan dan menghambat mobilitas warga.
Namun, berkat kerja sama instansi terkait, material longsor berhasil disingkirkan sehingga akses jalan dapat kembali digunakan.
Sementara itu, pada 5 Maret 2025, tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Sanggau yang menyebabkan seperempat badan jalan runtuh. Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian, terlihat adanya gorong-gorong yang pecah, yang diduga menjadi salah satu faktor pemicu longsor.
Hingga saat ini, baru dua kabupaten yang mengalami tanah longsor akibat hujan deras. Tidak ada warga yang terdampak langsung dalam kejadian ini, namun pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati karena akses jalan di beberapa titik masih terganggu.
Lebih lanjut, Daniel mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai serta di lereng atau kaki bukit untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati terhadap risiko longsor dan banjir.
Selain itu, Daniel juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan agar dapat meminimalisir dampak bencana di kemudian hari.
Editor: Redaktur TVRINews
