
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Bogor, Jawa Barat
Diplomasi di Balik Layar New York
Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya mengungkap tabir di balik keputusan besar Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP). Dalam diskusi eksklusif di kediamannya, Hambalang, Bogor Kamis 19 Meret 2026.
Presiden Prabowo membeberkan kronologi pertemuan krusial yang terjadi di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.
Strategi ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi taktis untuk memastikan suara Palestina terdengar langsung di meja perundingan tertinggi.
Tawaran Trump dan Group of Eight
Semua bermula saat Indonesia bersama tujuh kekuatan Muslim dunia - Arab Saudi, UEA, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir diundang oleh Presiden AS Donald Trump.
Di sana, utusan khusus Steve Witkoff memaparkan 21-point plan, sebuah proposal perdamaian Gaza yang ambisius.
Presiden Prabowo menyoroti poin ke-19 dan 20 sebagai "celah harapan".
Poin tersebut menjanjikan kemandirian bangsa Palestina dan fasilitasi dialog two-state solution.
"Kita lihat ini ada peluang, walaupun kecil. Kami berdelapan berdiskusi: kita dukung atau tidak? Akhirnya melalui lobi-lobi, kami putuskan mendukung," ujar Presiden Prabowo.
Menantang Dominasi, Mengawal Palestina
Keputusan bergabung dengan BoP, yang kini diakui lewat Resolusi DK PBB 2803, diambil dengan logika yang sangat realistis.
Menurut Prabowo, berjuang dari dalam jauh lebih konkret daripada hanya menjadi penonton di luar sistem.
"Kalau kita di dalam, kita bisa memengaruhi kebijakan untuk membantu rakyat Palestina. Kalau di luar, kita tidak bisa berbuat apa-apa," tegasnya.
Namun, ia juga memberikan peringatan keras bahwa posisi Indonesia tidak absolut.
Janji "Angkat Kaki" Jika Gagal
Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan dan prinsip Indonesia adalah harga mati. Jika keberadaan Indonesia di BoP dirasa sudah tidak lagi menguntungkan kepentingan nasional atau justru kontraproduktif bagi kemerdekaan Palestina, Indonesia tidak akan ragu untuk hengkang.
"Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan habis energi, kita keluar. Tanpa perlu rundingan lagi dengan yang lain," pungkas Presiden Prabowo dengan nada lugas.
Editor: Redaktur TVRINews
