
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berkurang seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Penurunan ini didorong oleh penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) serta selesainya pembangunan sejumlah hunian sementara (huntara).
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, mengatakan tren penurunan pengungsi terjadi secara bertahap di seluruh daerah terdampak.
“Sekarang ini jumlah pengungsi terus menurun dari waktu ke waktu. Kami berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat yang harus tinggal di pengungsian,” ujar Amran dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 29 Januari 2026/
Di Provinsi Sumatera Barat, jumlah pengungsi yang pada 24 Januari 2026 tercatat sebanyak 10.854 orang berkurang menjadi 9.040 orang per 27 Januari 2026.
Sementara di Provinsi Aceh, jumlah pengungsi menurun dari 91.703 orang pada 24 Januari menjadi 91.663 orang per 27 Januari 2026. Adapun di Sumatera Utara, jumlah pengungsi tercatat turun dari 11.300 orang pada 25 Januari menjadi 11.085 orang per 27 Januari 2026.
Selain penurunan pengungsi, Amran juga memaparkan progres pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang.
Di Aceh, sebanyak 3.248 unit huntara telah selesai dibangun. Penyaluran DTH di provinsi tersebut telah menjangkau 2.559 kepala keluarga (KK) dari total 9.766 KK penerima.
Di Sumatera Utara, pembangunan huntara yang telah rampung mencapai 557 unit, dengan DTH tersalurkan kepada 1.688 KK dari total 6.550 KK penerima. Sementara di Sumatera Barat, sebanyak 476 unit huntara telah selesai dibangun dan DTH telah diterima oleh 1.685 KK dari total 2.004 KK penerima.
Amran juga menyampaikan kondisi fasilitas kesehatan pascabencana. Dari total 280 fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi, sebanyak 141 unit berada di Aceh, 67 unit di Sumatera Utara, dan 72 unit di Sumatera Barat.
Mayoritas fasilitas kesehatan tersebut tetap beroperasi dan memberikan layanan kepada masyarakat. Hanya dua puskesmas di Aceh yang pelayanannya dialihkan ke luar gedung sebagai langkah darurat.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur, seluruh jalan dan jembatan nasional di ketiga provinsi terdampak telah berfungsi 100 persen. Untuk jalan dan jembatan daerah, proses pemulihan masih berlangsung dengan progres bervariasi.
“Di Aceh, jalan dan jembatan nasional sudah berfungsi sepenuhnya. Untuk jalan dan jembatan daerah, fungsionalitasnya telah mencapai 90,68 persen,” ucap Amran.
Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan agar masyarakat dapat segera kembali ke hunian layak dan aktivitas sosial ekonomi berjalan normal.
Editor: Redaktur TVRINews
