
Akses Aceh Timur–Gayo Lues via Lokop Segera Tersambung
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Upaya penanganan darurat terputusnya akses jalan Aceh Timur–Gayo Lues melalui jalur Peureulak–Lokop terus menunjukkan progres signifikan.
Pembukaan kembali jalur provinsi tersebut kini memasuki tahap akhir dan tinggal selangkah lagi untuk dapat terhubung secara fungsional.
Penanganan darurat dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh secara bertahap sebagai respons atas bencana banjir bandang dan tanah longsor. Pekerjaan mencakup ruas kilometer 36 hingga kilometer 103.
Sementara itu, batas administratif Kabupaten Gayo Lues berada di kilometer 110. Dengan demikian, sisa penanganan yang masih harus diselesaikan mencapai sekitar 6,4 kilometer.
Dinas PUPR Provinsi Aceh menargetkan keterhubungan jalur secara fungsional dapat tercapai dalam waktu sekitar satu pekan ke depan melalui optimalisasi pengerahan alat berat dan personel yang bekerja secara intensif setiap hari.
Selain penanganan dari arah Kabupaten Aceh Timur, pembukaan jalur juga dilakukan secara paralel dari sisi Kabupaten Gayo Lues. Titik kilometer 110 ditetapkan sebagai titik temu atau meeting point pekerjaan penanganan darurat jalan provinsi tersebut.
Jalur Peureulak–Lokop sebelumnya mengalami kerusakan berat dan terputus akibat banjir bandang serta tanah longsor pada akhir November 2025.
Sejak itu, pemerintah melakukan serangkaian penanganan darurat, mulai dari pembersihan material longsoran, normalisasi badan jalan, hingga pembangunan akses darurat selama kurang lebih 30 hari.
Namun, banjir bandang kembali terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, di kilometer 83 wilayah Gampong Lokop. Peristiwa tersebut merusak jalur darurat yang telah dibangun sehingga akses transportasi dan distribusi logistik kembali terhenti.
Penanganan darurat lanjutan segera dilakukan dan berhasil memulihkan jalur dalam waktu sekitar lima hari. Jalur tersebut kemudian dinyatakan dapat difungsikan dan menjalani uji fungsi pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Berdasarkan hasil uji fungsi, jalur darurat dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis DT-Hercules.
Meski masih bersifat sementara, berfungsinya kembali jalur di Gampong Lokop telah mendukung mobilitas warga dan kelancaran distribusi logistik.
Kondisi ini menjadi bagian dari fase transisi darurat menuju pemulihan yang terus dipercepat pemerintah.
Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, jalur strategis yang menghubungkan Aceh Timur dan Gayo Lues tersebut direncanakan akan ditangani secara permanen dengan pembangunan infrastruktur yang lebih andal dan berketahanan bencana, mengedepankan prinsip Build Back Better.
Editor: Redaksi TVRINews
