
Foto: Kemendikdasmen
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, satuan pendidikan, serta partisipasi aktif para Guru dan Tenaga Pendidik akan memberikan dorongan bagi tumbuh dan berkembangnya pendidikan inklusif secara lebih masif dan berkelanjutan.
Mu'ti pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bergotong royong mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia.
“Melayani anak-anak berkebutuhan khusus adalah sebuah kemuliaan. Ini membutuhkan kerja bersama pemerintah, sekolah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar layanan pendidikan inklusif dapat berjalan optimal,” kata Mu'ti dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Selasa, 21 April 2026.
Dewasa ini, tantangan bagi pendidikan inklusif yang perlu menjadi perhatian bersama adalah bagaimana untuk terus memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan berkeadilan bagi semua murid, serta membekali seluruh Tenaga Kependidikan mengenai layanan pendidikan inklusif.
Sebagai solusi, Mu'ti mengungkapkan bahwa penguatan kapasitas guru khususnya Guru Pendidikan Khusus (GPK) menjadi kunci dalam memperluas layanan pendidikan inklusif.
Guru juga dapat mendorong lahirnya ruang pertemuan yang aman dan nyaman serta memungkinkan para murid di seluruh Indonesia membaur tanpa sekat diskriminasi, serta dapat bertumbuh mencapai potensi terbaik mereka.
”Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat terutama dalam penguatan kapasitas guru, kita dapat memastikan bahwa seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan bermutu dan tumbuh menjadi generasi hebat,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
