
Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Youtube/@KemenkeuRI)
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 0,21 persen atau setara Rp54,6 triliun per Januari 2026. Meski demikian, angka ini dinilai masih terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026
"Posisi defisit APBN tercatat mencapai Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA, Senin, 23 Februari 2026.
Sementara itu, defisit kesinambungan primer tercatat sebesar Rp4,2 triliun. Purbaya mengatakan kondisi ini masih menunjukkan posisi fiskal yang terkelola secara prudent.
Dari sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari pagu APBN. Angka ini tumbuh 25,7 persen (year on year/yoy), mencerminkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun.
Menurut Purbaya, percepatan belanja difokuskan untuk mendukung program prioritas, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026.
Sementara itu, penerimaan negara juga menunjukkan kinerja positif. Pendapatan negara tercatat Rp172,7 triliun atau 5,5 persen dari target APBN, tumbuh 9,5 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tetap kuat, serta PNBP yang mulai menunjukkan pemulihan di luar komponen non berulang tahun lalu.
Pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari 2026 bahkan mencapai 30,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dinilai mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi sekaligus peningkatan efektivitas dan efisiensi pengumpulan pajak.
"Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun ada perbaikan sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak di Dirjen pajak,. Saya harap ke depannya akan berlanjut terus," ucap Purbaya.
Purbaya optimis APBN 2026 akan tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, kita optimis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026," tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews
