
Sumber: Tangkapan layar YT Setpres
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah situasi global yang dinilai semakin tidak menentu.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang digelar di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, ulama, pimpinan organisasi Islam, serta cendekiawan Muslim.
Dalam sambutannya, Prabowo menilai dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi menimbulkan ketegangan dan ancaman terhadap stabilitas global. Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat persatuan nasional sebagai modal menghadapi situasi tersebut.
“Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian bahkan penuh bahaya, kita sebagai bangsa Indonesia harus memperkuat persatuan dan kerukunan,”kata Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, persatuan menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi berbagai dinamika global sekaligus menjaga stabilitas nasional.
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif dengan menjaga hubungan baik dengan seluruh negara.
“Kita bertekad memelihara persahabatan dengan semua bangsa dan semua negara. Kita tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri negara lain,”tegasnya.
Ia menambahkan bahwa menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan doa, tetapi juga membutuhkan kerja keras dan upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Perdamaian harus diiringi dengan kerja keras untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,”tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan bangsa serta bekerja sama menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Editor: Redaktur TVRINews
