
Foto: dok. Kemensos
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Suasana khidmat menyelimuti Gedung Aneka Bhakti (GAB) Kementerian Sosial, Jakarta. Sejumlah siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR) dari wilayah Jabodetabek memimpin doa bersama lintas agama untuk memberikan penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa ketiga prajurit tersebut merupakan pahlawan kemanusiaan yang dedikasinya melampaui batas negara.
"Para prajurit TNI yang gugur adalah pahlawan kemanusiaan. Kita semua turut mendoakan dengan baik. Semoga mereka diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul dalam keterangan yang diterima, Selasa, 7 April 2026.
Dalam prosesi tersebut, lima siswa Sekolah Rakyat tampil memimpin doa sesuai keyakinan masing-masing. Saepul Majid memimpin doa secara Islam, seraya memohon agar peperangan di dunia segera berakhir dan nilai-nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi.
Secara bergiliran, doa lintas agama dilanjutkan oleh Marcel Apriliano Ferdinand (Katolik), Fransiskus Manuel Manalu (Kristen), Lovelyne P. A. Luntungan (Buddha), dan Gusti Agung Radja Putra Arya Wiratama (Hindu). Mereka kompak menyampaikan harapan agar pengabdian para prajurit menjadi penerang bagi kedamaian batin mereka di alam keabadian.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Staf Khusus Menteri, Ishaq Zubaedi, yang diikuti dengan khusyuk oleh seluruh pegawai Kementerian Sosial.
Penghormatan Negara
Ketiga prajurit yang gugur pada akhir Maret lalu tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon.
Ketiganya telah dimakamkan dengan upacara militer pada Sabtu, 4 April 2026, di kampung halaman masing-masing, yakni di TMP Cikutra Bandung, TMP Giri Dharmolyo II Magelang, dan TMP Giripeni Kulon Progo.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini. Presiden menegaskan komitmen negara untuk selalu menghormati jasa para pahlawan pembela keadilan di kancah internasional.
“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,” ungkap Presiden Prabowo dalam keterangan resminya.
Melalui doa bersama ini, Kementerian Sosial berharap semangat pengabdian ketiga prajurit tersebut dapat menjadi teladan bagi seluruh jajaran pegawai dalam menjalankan transformasi budaya kerja yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Editor: Redaksi TVRINews
