
dok. Kemenhaj
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Malang
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus memperkuat pemantauan dan pengawasan terhadap Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) menjelang operasional penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan di wilayah Malang Raya, Provinsi Jawa Timur, guna memastikan kesiapan seluruh aspek layanan serta koordinasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan optimal bagi jemaah.
Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dendi Suryadi, menegaskan bahwa pengawasan pada tahun ini akan dilakukan secara lebih ketat dan menyeluruh dibandingkan sebelumnya.
“Fokus pemantauan mencakup kesiapan dokumen administrasi, skema pemberangkatan, hingga manajemen mitigasi krisis di lapangan agar tidak ada kendala saat operasional dimulai,”ujar Dendi dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 April 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi forum koordinasi intensif bagi seluruh pemangku kepentingan di Malang Raya untuk menyamakan persepsi serta langkah taktis di lapangan. Hal ini penting agar seluruh lini pelayanan berjalan selaras dalam satu visi yang sama.
Menurut Dendi, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak dapat dibebankan pada individu atau satu unit saja, melainkan merupakan hasil kerja kolektif yang solid dari seluruh unsur yang terlibat.
“Kesuksesan haji adalah buah dari kerja sama yang kuat. Semua pihak harus bergerak bersama dalam satu tim yang terkoordinasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kohesivitas dan kepedulian antarpetugas. Suasana kerja yang harmonis, kata dia, akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan dan empati yang diberikan kepada jemaah di Tanah Suci.
Dendi menekankan bahwa pelayanan haji yang berskala besar membutuhkan mentalitas tangguh serta kepedulian nyata dari setiap petugas, baik dari PPIH, Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), KBIHU, maupun PHD.
“Sesuatu yang besar harus dimulai dari semangat yang besar. Saya minta seluruh petugas menjaga kekompakan dan memperkuat kohesivitas tim,”ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya saling membantu di antara petugas sebagai bentuk solidaritas.
“Yang muda membantu yang lebih tua, yang sehat membantu yang sakit. Jika ada rekan mengalami kesulitan, segera dibantu. Dengan kepedulian dan kerja sama yang tulus, kita dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tandasnya.
Menurutnya, kehadiran para petugas haji pada akhirnya bertujuan memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan meraih predikat haji mabrur.
Editor: Redaktur TVRINews
