
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon menekankan pentingnya peran penulis skenario dalam industri perfilman tanah air. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Acara Penghargaan Kompetensi Skenario SINEMA 2026 di Jakarta, Senin 20 April 2026.
Menurut Fadli Zon, kualitas sebuah film sangat bergantung pada naskah yang menjadi pondasi awal produksi. Ia menilai sektor penulisan skenario masih menjadi tantangan tersendiri bagi kemajuan industri film di Indonesia.

"Salah satu bottleneck kita di dalam perfilman untuk menghasilkan film yang terbaik itu adalah di penulisan skenario. Skenario film yang baik, yang bagus, pasti akan mempunyai peluang untuk menjadi film yang juga bagus. Tapi kalau naskahnya kurang, ya filmnya mungkin akan juga terpengaruh," ujar Fadli Zon.
Ia berharap melalui berbagai program penguatan kompetensi, akan lahir lebih banyak penulis skenario berbakat yang mampu memperkuat ekosistem perfilman nasional. Hal ini diperlukan baik dari sisi jumlah maupun mutu karya yang dihasilkan.
"Jadi kita harapkan muncul juga dari sini sebagai bagian dari pembangunan ekosistem perfilman, penulis-penulis naskah skenario yang semakin banyak, semakin baik, jadi secara kuantitatif maupun secara kualitatif," tambahnya.
Di sisi lain, Fadli Zon turut berharap ke depan generasi muda tidak hanya mengenal budaya dan sejarah dari sekadar buku bacaan, tetapi juga karya-karya film yang menampilkan banyak budaya dan perjuangan pahlawan bangsa.
"Film adalah yang paling mudah saja memperkenalkan budaya kita di tengah peradaban dunia. Jadi semua ekspresi budaya (bisa) ada di situ, mulai dari acting, musik, seni, pertunjukan, bahasa, tradisi, lisan, kuliner, bahkan sampai fesyen bisa masuk di dalam sebuah film," ungkapnya.
Fadli Zon juga menyoroti kekayaan cerita di Indonesia yang sangat beragam dan belum sepenuhnya tereksplorasi. Ia menilai cerita-cerita tersebut merupakan aset budaya yang memiliki potensi ide yang tidak terbatas.
"Untuk menceritakan cerita-cerita kita yang luar biasa banyaknya. Cerita kita sendiri merupakan satu ekspresi budaya yang artinya infinity secara ide gitu ya, banyak sekali. Nah di situ perlu," pungkasnya.
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat para sineas lokal agar mampu mengangkat kekayaan budaya Indonesia ke layar lebar dengan kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Editor: Redaksi TVRINews
