TVRINews, Jakarta
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto telah mengajak Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) memperkuat kolaborasi dalam menjaga kerukunan umat beragama dan keamanan nasional. Sinergi antara Polri dan tokoh agama dinilai penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus memastikan kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
Ajakan tersebut disampaikan Suyudi saat mengunjungi Gedung KWI di Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Di mana, kedatangannya bersama sejumlah pejabat utama Mabes Polri disambut Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin beserta jajaran.
Dalam pertemuan itu, Suyudi didampingi Kabaharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie, dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Kapolri mengatakan, komunikasi dengan tokoh agama merupakan bagian dari upaya Polri membangun kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat. Salah satunya melalui program Minggu Kasih yang menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan kerja sama di lapangan.
“Kami dari Polri tentunya harus senantiasa bekerja sama dengan segenap elemen masyarakat dan tokoh-tokoh agama, termasuk tokoh agama Katolik. Melalui kegiatan seperti ‘Minggu Kasih’, kami berharap kerja sama di lapangan dapat semakin kuat,” ujar Suyudi.
Ia menegaskan, Polri hadir untuk menyampaikan pesan perdamaian serta memastikan umat Katolik di seluruh Indonesia dapat menjalankan kehidupan beragama dan bermasyarakat dengan aman dan tenteram.
Jaminan kebebasan beragama tersebut, lanjut Suyudi, merupakan hak masyarakat yang dilindungi konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.
Kapolri juga menyatakan keterbukaan Polri terhadap masukan dan informasi dari KWI. Komunikasi dua arah diharapkan membantu kepolisian memahami persoalan di tengah masyarakat sehingga pelayanan dan pengayoman dapat dilakukan secara lebih cepat dan optimal.
“Semoga apa yang kami diskusikan sore ini menjadi komitmen untuk bekerja sama lebih erat lagi ke depan sehingga harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah Indonesia lebih kondusif dan masyarakat merasakan wujud kedamaian,” ucapnya.
Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada Polri untuk bersama-sama menjaga keamanan dan membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.
“Mari masyarakat beri kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun bangsa dan negara. Ketika suasana aman, tenteram, dan damai, dan mudah-mudahan ekonomi makin baik dan maju,” kata Romo Anton.
Ia menyebut KWI menaungi 38 keuskupan di seluruh Indonesia, ditambah Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri. KWI menyatakan komitmen untuk terus bersinergi dengan Polri dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan umum.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi lintas agama, sekaligus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan kondusif.









