
dok. Kementerian Pariwisata
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Festival Pacu Jalur 2025 yang akan digelar mulai 20 hingga 24 Agustus di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, bukan hanya sekadar ajang lomba mendayung. Lebih dari itu, even tahunan ini merupakan refleksi kuatnya nilai kebersamaan, identitas budaya, dan sejarah panjang masyarakat Kuansing.
Dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pacu Jalur menyimpan makna mendalam yang berakar pada tradisi permainan rakyat antar-desa di tepian Sungai Kuantan. Menurut sejarawan Riau, Prof. Suwardi MS, festival ini awalnya menjadi sarana hiburan sekaligus ajang adu keterampilan mendayung yang mempererat solidaritas komunitas.
Pada masa penjajahan Belanda, Pacu Jalur bertransformasi menjadi acara resmi untuk memperingati hari lahir Ratu Wilhelmina, menjadikannya pertemuan besar yang melibatkan berbagai koto (desa) di Kuantan. Setelah kemerdekaan Indonesia, tradisi ini berperan sebagai agenda nasional yang memperingati Hari Kemerdekaan RI dan berkembang menjadi even pariwisata provinsi hingga nasional.
Keunikan Pacu Jalur juga terletak pada nilai estetika dan filosofi yang melekat pada setiap perahu. Mulai dari ukiran selembayung mahkota perahu yang sekaligus berfungsi sebagai pegangan tukang onjoi hingga motif-motif ukiran di badan perahu yang mencerminkan kearifan lokal dan simbol kekuatan, seperti naga, rajawali, dan kalajengking.
Lebih dari aspek fisik, pembuatan jalur menjadi kegiatan kolektif desa yang menuntut gotong royong dan kebersamaan. Proses pemilihan kayu, pengukiran, latihan, hingga ritual adat menjadi bukti kuatnya semangat komunitas Kuansing yang diwariskan turun-temurun.
“Nilai kebersamaan inilah yang membedakan Pacu Jalur dari perlombaan olahraga lainnya,” ujar Prof. Suwardi dalam keterangan yang dikutip, Rabu, 20 Agustus 2025.
Kini, dengan ribuan wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung setiap tahun, Pacu Jalur tidak hanya menghidupkan tradisi tapi juga mengokohkan posisi Kuansing sebagai pusat budaya dan destinasi pariwisata unggulan di Riau.
Baca Juga:
Antusiasme Tinggi, Festival Pacu Jalur 2025 Ramai Sejak H-1 Pembukaan
Editor: Redaksi TVRINews
